Peluk Yatim 10 Muharram, Hadiahkan Doa untuk Palestina

Peluk Yatim 10 Muharram, Hadiahkan Doa untuk Palestina

“Barang siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka baginya setiap helai rambut yang disentuhnya adalah pahala” (HR. Ahmad)

10 Muharram dikenal sebagai Hari Asyura salah satu hari yang memiliki keutamaan besar dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk menyantuni serta memuliakan anak-anak yatim. Pada 10 Muharram umat Islam berlomba-lomba berbagi, menghadirkan senyum, serta membalut duka mereka yang telah kehilangan orangtua dengan kasih sayang.

Adapun tujuan dari kegiatan Muharram Yatim ini adalah untuk memberikan momen cinta, doa, dan mengajarkan tentang kepedulian lintas batas.

Mengapa harus yatim dan Palestina?

Anak yatim di pelosok negeri, masih banyak anak-anak yatim yang menjalani hari-hari mereka dalam keterbatasan. Tidak semua bisa menikmati kehangatan keluarga, makanan bergizi, atau seragam layak untuk sekolah. Di sisi lain, anak-anak di Palestina kehilangan rumah, orang tua, dan rasa aman.

Keduanya (anak yatim dan anak Palestina) sama-sama kehilangan. Keduanya layak dipeluk. Oleh karena itu, Yayasan Amal Bakti Dunia Islam (ABADI) melalui hari yatim 10 Muharram, perayaan Hari Yatim di adakan dengan memberikan momen cinta, doa, dan mengajarkan kepedulian linas batas melalui  edukasi tentang Palestina serta doa bersama mereka. Karena melalui doa yang tulus dari hati yang bersih akan melahirkan kekuatan yang tidak terlihat namun besar. Selain itu, anak-anak yatim diantar jemput dengan naik odong-odong untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar sesama.

Kegiatan yang dilakukan:

Dongeng Inspiratif Palestina

Anak-anak yatim di edukasi tentang Palestina yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman keadilan, empati sebagai sesama muslim dan menumbuhkan jiwa juang untuk membela saudara di Palestina.

 “Doaku untuk Palestina”

Anak-anak yatim diajak untuk menuliskan atau menggambarkan pesan untuk saudara di Palestina yang bertema “Doaku untuk Palestina”. Selain itu, bersama anak yatim dilakukan doa bersama untuk kebaikan bersama.

Swimming Fun

Anak-anak yatim diajak bermain bersama dan berenang di kolam. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan serta membangun kebersamaan di antara anak yatim. Melalui aktivitas berenang, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk bergerak aktif, melatih keberanian, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Pembagian Parcel Spesial

Anak-anak yatim juga diberikan parcel spesial, hal ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan kebutuhan dasar yang bermanfaat bagi mereka. Parcel ini berisi alat tulis menulis dan snack bergizi. Selain itu, mereka juga diberikan identitas Palestina diantaranya syal Palestina untuk anak laki-laki dan jilbab Palestina untuk anak perempuan.

Doa dan Makan Bersama Anak Yatim

Makan bersama dilakukan setelah anak-anak mengikuti berbagai aktivitas. Suasana makan berlangsung dengan hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak duduk bersama dalam kelompuk kecil dan menikmati hidangan dengan antusias.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Muharram Bareng Yatim Jilid V (2025 M/ 1447 H) telah terlaksana dengan lancar dan penuh keberkahan. Melalui Yayasan ABADI ini diharapkan kegiatan Hari Raya Yatim bukan hanya menjadi momen sesaat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan semangat berbagi yang terus tumbuh, baik di hati para penerima maupun dari para OrangBaik. Semoga Allah SWT membalas dengan keberkahan di dunia dan akhirat.

Terimakasih atas segala dukungan dan kepercayaannya. Barakallhufiikum…

Amalan Dzulhijjah untuk yang Belum Berkesempatan Berhaji

Amalan Dzulhijjah untuk yang Belum Berkesempatan Berhaji

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan ke-12 dalam kalender hijriyah yang dipenuhi dengan keberkahan, terutama di sepuluh hari pertamanya. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu itu lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)

Bagi yang belum memiliki kesempatam untuk menunaikan ibadah haji, bukan berarti kehilangan momen keutamaannya. Di bulan yang dimuliakan ini waktu yang tepat untuk memperbanyak amal untuk meraih ridho Allah SWT.

Adapun beberapa amalan istimewa di bulan Dzulhijjah yang bisa dilakukan khususnya bagi yang belum berhaji:

  1. Puasa di Hari-Hari Pertama Dzulhijjah

Berpuasa di bulan Dzulhijjah khususnya dari tanggal 1 sampai 9 sangat dianjurkan, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut sebagai hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan dating.” (HR. Muslim)

Pada bulan ini merupakan kesempatan luar biasa untuk mendapatkan pengampunan, bahkan tanpa harus berada di Padang Arafah.

  1. Perbanyak Dzikir dan Takbir

Selama bulan Dzulhijjah khususnya di sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah).

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Qs. Al-Hajj: 28)

  1. Sedekah dan Amal Sosial

Di bulan Dzulhijjah ini menjadi waktu yang sangat utama untuk berbagi. Bagi yang belum berhaji, sedekah adalah jalan alternative untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, contohnya dengan cara:

  • Memberi makan kepada yang membutuhkan
  • Berbagi kepada anak yatim
  • Menyantuni keluarga dhuafa
  • Berpartisipasi dalam program Qurban bersama
  1. Berqurban dengan Niat Tulus

Qurban adalah ibadah khas Dzulhijjah, Allah berfirman:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (Qs. Al-Kautsar: 2)

Meskipun belum bisa melaksanakan ibadah Haji, dengan berQurban bisa mendapatkan pahala yang agung. Hewan yang disembelih merupakan bukan hanya sekedar ritual namun bentuk ketaqwaan.

  1. Muhasabah Diri dan Taubat

Di bulan Dzulhijjah, setiap harinya adalah momen untuk memperbaiki diri. Di waktu ini sangat tepat untuk memohon ampunan, meninggalkan maksiat, dan menata ulang niat dan ibadah. Apabila hati menjadi symbol transformasi jiwa, maka dengan muhasabah diri juga dapat menjadi perantara sebagai “haji hati” dengan taubat sebenar-benarnya.

  1. Menjaga Shalat dan Membaca Al-Qur’an

Diantara amalan yang paling utama di bulan Dzulhijjah adalah menjaga shalat fardhu tepat waktu dan memperindah bacaan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An-Nisa: 103)

Adapun beberapa tips memperbaii shalat selama bulan Dzulhijjah:

  • Usahakan berjamaah di masjid bagi laki-laki
  • Jaga takbiratul ihram (mengikuti sejak awal shalat)
  • Perpanjang sujud dan rukuk dengan doa penuh harap
  • Tambahkan shalat sunnah rawatib dan shalat malam (tahajjud)

Sedangkan untuk Al-Qur’an dapat dijadikan kehidupan sehari-hari sebagai moment untuk mendekat dan berdialog dengan firman Allah SWT.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, makai a akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi)

  1. Menyebarkan Kebaikan dan Dakwah

Amalan tidak sellau berupa ibadah individual, diri pribadi juga bisa menjadi jalan hidayah bagi orang lain walaupun hanya hal yang sederhana. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, makai a mendapatkan pahala seperti pelakunya.” (HR. Muslim)

Adapun cara berdakwah di era digital:

  • Membagikan kutipan hadis atau ayat Al-Qur’an via WhatsApp/ Instagram Story
  • Menulis artikel atau blog islami
  • Membuat konten singkat edukatif di social media
  • Mengajak teman untuk ikut puasa arafah atau berqurban bareng

Berhaji dengan Hati_ meski kaki belum menapak di tanah suci, namun hati bisa berhaji melalui keikhlasan  amal. Jangan merasa kecil karena belum berhaji, karena Allah Maha Melihat segala usaha hamba-Nya.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Inspirasi Abadi, Kisah Nabi Ibrahim dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Inspirasi Abadi, Kisah Nabi Ibrahim dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan pilihan, kita sering dihadapkan pada dilema antara nilai spritual dan duniawi. Di sinilah kisah Nabi Ibrahim as hadir sebagai inspirasi abadi bukan sekedar cerita masa lalu, namun teladan hidup yang sangat relevan hingga hari ini.

Nabi Ibrahim as adalah contoh luar biasa dari keberanian berpikir dan kekuatan iman. Sejak muda, ia mempertanyakan kepercayaan kaumnya yang menyembah berhala. ia berkata:

“Mengapa kamu menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?” (Qs. Maryam: 42)

Keberanian ini menunjukkan pentingnya berpikir kritis dan tidak mengikuti arus secara membabi buta merupakan nilai yang sangat relevan di era digital saat ini, dimana informasi mudah tersebar yang tidak selalu benar. Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa mencari kebenaran dengan akal dan hati adalah bentuk keimanan yang sejati.

Puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim as datang ketika Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismailas. Sikap yang ditunjukkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as sangat luar biasa. Hal ini digambarkan dalam Al-Qur’an:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata, ‘wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu’ Ia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu’, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (Qs. As-Safat: 102).

Inilah teladan tentang keihklasan, ketundukan, dan kepercayaan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern, ini bukan hanya tentang pengorbanan anak namun ini adalah tentang pengorbanan ego, ambisi, atau kenyamanan demi sesuatu yang lebih bermakna yakni sebuah kejujuran, kebaikan, atau pengabdian.

Kisah ini bukan hanya dikenang setiap Dzulhijjah dalam ibadah haji atau kurban, namun juga menjadi simbol pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. Allah pun memuji ketaatan Nabi Ibrahim as:

“Dan (ingatlah) ketikan Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu ia melaksanakannya, Allah berfirman, Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. (Qs. Al-Baqarah: 124).

Relevansi dalam Kehidupan Modern

Kisah Nabi Ibrahim as memberi kita kekuatan moral di zaman penuh kompromi, Saat harus memilih antara integritas atau popularitas, antara prinsip dan keuntungan pribadi, kita bisa melihat kembali Kisah Nabi Ibrahim as yang mengajarkan bahwa keimanan itu bukan sekedar keyakinan dalam hati, namun tindakan nyata yang terkadang berat namun selalu bermakna.

Ditengah dunia yang serba instan, kisah ini mengingatkan kita untuk sabar dalam setiap proses, teguh dalam setiap prinsip, dan tulus dalam setiap pengorbanan.

Barakallahufiikum…

KEBAIKANMU TELAH TERTUNAIKAN (ON MAY 2025)

KEBAIKANMU TELAH TERTUNAIKAN (ON MAY 2025)

Halo, Sahabat Dermawan

Terima kasih telah terus menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Melalui uluran tangan Para Dermawan, banyak senyuman yang telah tercipta dan harapan baru terus tumbuh di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Bulan Mei ini, kebaikan Para Dermawan menjadi cahaya harapan bagi mereka yang terbantu. Bersama ABADI kembali menebar manfaat melalui penyaluran bantuan sosial dan medis yang menjangkau berbagai kalangan mulai dari pelosok negeri sampai ke luar negeri yakni Palestina.

Selama bulan Mei, melalui ABADI Para Dermawan telah menyalurkan bantuan program yakni:

Bantuan Pengobatan Medis; Penerima manfaat 11 jiwa 

 

 

 

 

 

 

Peduli Lansia Nusantara; Penerima manfaat 3 jiwa

 

Tebar Kebaikan untuk Dhuafa; Penerima manfaat 100 jiwa 

Sayangi Yatim Nusantara; Penerima manfaat 18 jiwa

Peduli Disabilitas; Penerima manfaat  3 jiwa 

  Peduli Palestina; Penerima manfaat 4800 jiwa

Setiap langkah kebaikan yang terjadi bulan ini adalah hasil kebaikan hati Para Dermawan. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang terus mengalir. Mari terus bersinergi, karena sekecil apapun bantuan dari Para Dermawan dapat berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan.

Barakallhufiikum…

KRISIS AIR BERSIH DI LEMBAR, ABADI KEMBALI MENDISTRIBUSIKAN 7 TANGKI UKURAN 5500 L

KRISIS AIR BERSIH DI LEMBAR, ABADI KEMBALI MENDISTRIBUSIKAN 7 TANGKI UKURAN 5500 L

Rabu, 20 November 2024 Amal Bakti Dunia Islam (ABADI) kembali mendistribusikan air bersih di Desa Labuan Tereng, Lembar, Kabupaten Lombok Barat yang tertimpa kekeringan berkepanjangan. Pendistribusian air bersih ini menargetkan 5 dusun yakni Dusun Embung Kolah, Peelpok, Grepek, Lendang Andus, dan Kesambik Rempek.

Dalam hal ini, ABADI mendistribusikan sebanyak 7 tangki air bersih dengan ukuran 5500 Liter dengan 801 Kepala Keluarga yang tercukupi.

Desa Labuan Tereng, Lembar telah mengalami kekeringan yang berkepanjangan dan sulit untuk mengakses air bersih dikarenakan daerah ini berada di perbukitan yang kering, bahkan pengadaan sumur bor juga sulit dilakukan karena kondisi tanah yang penuh dengan bebatuan sehingga penggalian sulit dilakukan, keadaan yag seperti ini bahkan memakan waktu yang lama dan biaya hingga mencapai 30 juta.

Kepala Desa Labuan Tereng, Lembar menyampaikan “Terimakasih atas bantuan air bersihnya, karena masyarakat kami selalu menanti-nanti untuk bantuan air bersih. Semoga nanti di lain kesempatan atau di lain waktu bisa memberikan bantuan lagi, kami sangat-sangat membutuhkan lagi apalagi pada musim kemarau sangat dibutuhkan masyarakat kami. Apalagi sekarang belum ada sumur bor, belum ada sumur gali, sehingga kami mengharapkan dilanjutkan bantuan air bersihnya”
Alhamdulillah, penyaluran air bersih berjalan dengan lancer dan disambut oleh masyarakat dengan gembira, semoga program-program kebaikan lainnya selalu dipermudah kedepannya untuk membantu di sekitar kita.

BarakallAllahufiikum..

Setiap Tahun Mengalami Kekeringan: ABADI Berkolaborasi dengan Rumah Zakat NTB Menyalurkan 14 Tangki Air Bersih di Desa Ekas Buana, Lombok Timur

Setiap Tahun Mengalami Kekeringan: ABADI Berkolaborasi dengan Rumah Zakat NTB Menyalurkan 14 Tangki Air Bersih di Desa Ekas Buana, Lombok Timur

Selasa, 29 Oktober 2024 Amal Bakti Dunia Islam (ABADI) berkolaborasi dengan Rumah Zakat Perwakilan NTB menyalurkan air bersih ke pelosok Lombok Timur bagian selatan yang tertimpa kekeringan berkepanjangan setiap tahunnya, letaknya di Desa Ekas Buana terutama di 4 dusun yakni Dusun Ekas, Dusun Ekas Damai, Dusun Lendang Terak, dan Dusun Kwang Adi.

Pada penyaluran ini yayasan Abadi dan Rumah Zakat NTB menyalurkan sebanyak 14 tangki air bersih dengan mencapai sebanyak1226 Kepala Keluarga yang tercukupi.

Dengan kondisi kekeringan yang telah terjadi selama bertahun-tahun, masyarakat setempat sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang terkait dalam menyalurkan air bersih kepada mereka dan berharap dengan adanya bantuan ini juga menjadi perhatian bagi lembaga-lembaga yang bergerak di bidang sosial untuk terus berkolaborasi menyalurkan bantuan atau dapat memberikan solusi yang baik untuk mengatasi kekeringan di wilayah mereka.

Kepala Dusun Lendang Terak, Bapak Fatih menyampaikan “Kejadian ataupun kondisi yang seperti ini telah terjadi bertahun-tahun lamanya, sehingga adanya bantuan ini pertama kami berterimakasih dengan adanya bantuan di dusun kami yang mendapatkan 4 tangki air bersih, dan selanjutnya kami juga berharap dengan adanya bantuan ini menjadi perhatian bersama untuk lembaga-lembaga seperti ini (yang bergerak di bidang sosial) untuk terus berkolaborasi menyalurkan bantuan ataupun solusi yang baik untuk mengatasi ini (kekeringan)”

Penyaluran air bersih ini bagi masyarakat yang mengalami kekeringan sangat bermanfaat bagi mereka dikarenakan setiap seminggu mereka harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli air bersih.

“Pokoknya kami sangat berterimakasih dan berharap terus adanya bantuan ini, karena setiap minggunya warga sekitar rata-rata hampir mengeluarkan kisaran Rp.200.000 hingga Rp.250.000 untuk membeli air” lanjutnya.

DUKA GAZA DUKA KITA BERSAMA

DUKA GAZA DUKA KITA BERSAMA

Dua puluh satu anggota keluarga tewas dalam kebakaran besar di gedung kamp pengungsian di Jabalia, tepatnya di jalur  Gaza. Menurut Dr Abu Laila selaku direktur Rumah  Sakit Indonesia di Gaza Utara, api yang melanda kamp pengungsi Jabalia cukup “besar”. Kementrian Dalam Negeri Gaza menyampaikan bahwa penyeledikan awal mengungkapkan bahwa pemicu kobaran api disebabkan oleh sejumlah bensin yang tersimpan di lokasi tersebut sehingga dengan cepat Gedung dilahap oleh si jago merah. Orang sering menyimpan gas untuk memasak, solar, dan bensin di rumah sebagai periapan menghadapi musim dingin.

Saksi mata mengatakan bahwa mereka dapat mendengar suara teriakan, namun mereka tidak dapat membantu orang-orang di dalam karena intensiatas api.

Pada Jum’at (18/11) dilaksanakan pemakaman para korban. Ribuan warga membanjiri jalur proses pemakaman. Para korban dimakamkan  di pemakaman yang berdekatan dengan pemakaman Beit Lahia seperti lansir dari The New Arab, Sabtu (19/11). Duka juga menyelimuti kota-kota Palestina dengan toko-toko dan bisnis tutup. Bendera dikibarkan setengah tiang, dan masjid-masjid menyiarkan ayat-ayat Al-Quran mulai pagi hari.

 

 

Editor : Sapitri

Source : https://international.sindonews.com

3 Pahala Sedekah Kepada Janda, Seperti Seorang Mujahid

3 Pahala Sedekah Kepada Janda, Seperti Seorang Mujahid

Memberikan sedekah kepada janda ternyata dapat mendatangkan pahala yang sangat besar. Bahkan, disebut seperti seorang mujahid yang berjuang di jalan Allah SWT. Begini penjelasan pahala sedekah kepada janda.

amalabadi.org – Tahukah Sahabat? Ternyata, menyantuni janda adalah amalan yang bernilai pahala besar. 

Sebenarnya bagaimana pahala sedekah kepada janda?

Sedekah kepada janda, baik orang lain maupun yang memiliki hubungan saudara atau kekerabatan, memiliki pahala yang luar biasa. Bahkan, pahala sedekah kepada janda dijelaskan dalam beberapa hadits.

Baca juga: Hukum Sedekah Subuh Online, Sah atau Tidak?

Berikut ini penjelasan pahala sedekah kepada janda.

1. Seperti Mujahid

Bersedekah kepada janda pahalanya disamakan sebagaimana seorang mujahid (Orang yang berjihad). 

Sebagaimana sabda Rasulullah,

“Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Pahala Seperti Shalat di Malam Hari

Pahala menyantuni janda selanjutnya yaitu memperoleh pahala seperti orang yang menjalankan shalat malam. 

Melaksanakan shalat malam bukanlah amalan yang mudah untuk dilakukan secara rutin. Dengan memberikan sedekah kepada janda, Insyaallah akan mendapat pahala sebagaimana orang yang shalat malam.

3. Pahala Seperti Puasa di Siang Hari

Selain pahala shalat malam, sedekah kepada janda juga mendatangkan pahala seperti puasa di siang hari. Hal ini dijelaskan juga dalam hadits.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Orang yang berusaha menyantuni janda dan orang miskin adalah seperti mujahid di jalan Allah dan juga seperti orang yang shalat malam dan berpuasa siang.” (HR. Ibnu Majah).

Baca juga: 5 Ayat dan Hadits Keutamaan Sedekah Memperlancar Rezeki

Namun, bagi laki-laki yang ingin sedekah kepada janda, ada hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari fitnah. 

Sebaiknya, laki-laki ditemani oleh istri, ibu, anak, atau saudara perempuannya ketika memberi sedekah kepada janda. 

Itu tadi sejumlah keutamaan bersedekah untuk janda. Tertarik?

(hfz/amalabadi)

Sumber: Dalamislam, Republika

 

Titip sedekah untuk Janda Palestina, klik DI SINI

4 Cara Agar Terhindar dari Penipuan Sedekah Online

4 Cara Agar Terhindar dari Penipuan Sedekah Online

Hati-hati! Di balik kemudahan sedekah online, ada oknum-oknum nakal yang menggunakannya untuk penipuan. Tapi, tak perlu khawatir. Berikut ini cara agar terhindar dari penipuan sedekah online.

amalabadi.org – Adanya lembaga sedekah online memudahkan kita untuk beramal, kapan pun dan dimana pun dengan cepat. Tapi, hati-hati, ada saja oknum yang melakukan penipuan sedekah online.

Sahabat perlu berhati-hati ketika ingin bersedekah online. Jangan sampai, karena terbawa rasa iba malah jadi terkena penipuan sedekah online.

Baca juga: Hukum Sedekah Subuh Online, Sah atau Tidak?

Berikut ini cara agar terhindar dari penipuan sedekah online.

1. Cek Media Sosial Penggalang Dana

Penipuan sedekah online ini mungkin beredar di berbagai media sosial, seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Cek akun media sosial lembaga atau individu penggalang dana. Apakah sudah ada program donasi sebelumnya dan sejak kapan akun tersebut dibuat.

2. Pastikan Lembaga Penggalang Dana Kredibel

Lembaga penggalangan dana yang kredibel dan terpercaya memiliki akta pendirian yayasan dan tercantum di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Contohnya akta pendirian yayasan bisa lihat DI SINI.

Jadi, pastikan bahwa lembaga penggalang dana yang menyebarkan campaign sedekah online memiliki dasar hukum yang jelas.

3. Lihat Dokumentasi Pendukung

Jika penggalang dana terpercaya, pasti sudah ada laporan penyaluran dari program-program donasi sebelumnya. Dokumentasi tersebut dapat berupa foto dan cerita penyaluran.

Karena itulah, lihat apakah ada laporan penyaluran dari program sebelumnya. Perhatikan juga, kemana sedekah online disalurkan, apakah sesuai dengan campaign dan sampai ke orang yang tepat.

4. Situs Penggalangan Dana

Terakhir, lembaga penggalang dana terpercaya biasanya memiliki situs web untuk mengkampanyekan donasi dan mempublikasikan laporan penyaluran.

Baca juga: 5 Golongan Orang yang Berhak Menerima Sedekah

Misalnya, ABADI memiliki situs web www.amalabadi.org untuk menggalang dana, sekaligus memberikan laporan secara berkala kepada para donatur.

Sahabat tidak perlu ragu lagi untuk mengirim sedekah online, asalkan lembaga penggalang dana terpercaya. Ikuti cara-cara di atas agar terhindar dari penipuan sedekah online. (hfz/amalabadi)

 

Amal Bakti Dunia Islam (ABADI)

Jl. Panji Tilar Negara 150A. Tanjung Karang Kota Mataram-Lombok, Nusa Tenggara Barat

+62878 6455 6406

4 Keajaiban Sedekah Anak Yatim

4 Keajaiban Sedekah Anak Yatim

Sedekah merupakan amalan dengan pahala dan ganjaran berlipat ganda. Apalagi, kalau sedekah diberikan kepada anak yatim. Berikut ini empat keajaiban sedekah anak yatim.

amalabadi.org – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyarankan umatnya untuk bersedekah kepada anak yatim.  Tak heran, memang terdapat keajaiban dari amalan satu ini. Apa saja keajaiban sedekah anak yatim?

Baca juga: 5 Ayat dan Hadits Keutamaan Sedekah Memperlancar Rezeki

1. Memperoleh Jaminan Surga

Allah SWT menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang mengurus dan bersedekah kepada anak yatim. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan memasukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

2. Mendapat Banyak Kebaikan

Pernah melihat orang-orang yang bersedekah sambil mengelus kepala anak yatim? Ternyata, ini dapat mendatangkan kebaikan.

Memberikan sedekah kepada anak yatim sambil mengelus kepalanya akan menghadirkan banyak kebaikan. Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.” (HR. Abu Hurairah)

3. Terhindar dari Siksa Kubur

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk menyayangi dan mengasuh anak yatim. Bahkan, Allah tidak akan menyiksa orang yang menyayangi anak yatim di hari kiamat nanti.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman, dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).

4. Dekat dengan Rasulullah di Surga

Orang yang bersedekah kepada anak yatim akan ditempatkan di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di surga nanti.

Rasulullah memberi isyarat, beliau dan orang yang suka bersedekah seperti jari telunjuk dan jari tengah.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu,  

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Al-Bukhari).

Baca juga: Hukum Sedekah Subuh Online, Sah atau Tidak?

Itu tadi keajaiban sedekah anak yatim yang bisa kita peroleh ketika menyantuni dan memelihara mereka. 

Semoga sedekah yatim yang kita berikan dapat menghadirkan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. (hfz/amalabadi)

Sumber: dalamislam