Alhamdulillah pada bulan lalu tepatnya pada tanggal 22-25 Agustus 2025 ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan tepung yang menjangkau sekitar 1.718 penerima manfaat bekerja sama dengan mitra internasional yakni Rumah Palestina (Syeikh Asem). Titik distribusi yang disasar adalah di Jalur Gaza Utara-Pusat Kota Gaza, Palestina. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di daerah distribusi bantuan. Senyum merekah terlihat di wajah para saudara kita yang di Palestina, ucapan syukur dan terima kasih diucap tanpa henti.
Selama proses distribusi, tim lapangan kami sempat mengalami kendala yang cukup serius, dimana pada saat tahap distribusi yang kedua akan dilakukan pengeboman terjadi di wilayah tersebut, sehingga proses distribusi harus tertunda sementara.
“There is a massive bombardment everywhere, and the starvation is getting worse. Those are big families with very difficult circumstances. So we gave them a big bag of flour.” – Syeikh Asem Anabih
“Ada pengeboman besar-besaran di mana-mana, dan kelaparan semakin parah. Mereka adalah keluarga besar dengan kondisi yang sangat sulit. Jadi kami memberikan mereka satu karung besar tepung”ungkap Syeikh Asem Anabih yang merupakan Tim Penyalur ABADI pada program ini.
Meskipun tim kami menghadapi masalah yang serius, Alhamdulillah setelah pengeboman usai, Distribusi Bantuan Tepung Tahap II yang sempat tertunda berhasil dilakukan. Sahabat lihatlah mereka harus bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan segenggam tepung untuk menyambung hidup.
Sahabat ABADI, terima kasih telah ikut berperan dan bergerak dalam Misi Kemanusiaan kali ini. Semoga apa yang telah sahabat berikan mendapat balasan terbaik dari Sang Pencipta. Sudah cukup kita hanya menjadi penonton, ini saatnya kita bersama bergerak menjadi salah satu Pejuang Al-Aqsa. Tidak melulu soal berapa nominal yang kita berikan, ini hanya perkara seberapa kita MAU dan MAMPU berikan. Yuk turut andil dalam Misi Kemanusiaan berikutnya!
Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam
Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875
Legalitas Yayasan
Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023
Terima kasih telah terus menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Melalui uluran tangan Para Dermawan, banyak senyuman yang telah tercipta dan harapan baru terus tumbuh di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Bulan Mei ini, kebaikan Para Dermawan menjadi cahaya harapan bagi mereka yang terbantu. Bersama ABADI kembali menebar manfaat melalui penyaluran bantuan sosial dan medis yang menjangkau berbagai kalangan mulai dari pelosok negeri sampai ke luar negeri yakni Palestina.
Selama bulan Mei, melalui ABADI Para Dermawan telah menyalurkan bantuan program yakni:
Bantuan Pengobatan Medis; Penerima manfaat 11 jiwa
Peduli Lansia Nusantara; Penerima manfaat 3 jiwa
Tebar Kebaikan untuk Dhuafa; Penerima manfaat 100 jiwa
Sayangi Yatim Nusantara; Penerima manfaat 18 jiwa
Peduli Disabilitas; Penerima manfaat 3 jiwa
Peduli Palestina; Penerima manfaat 4800 jiwa
Setiap langkah kebaikan yang terjadi bulan ini adalah hasil kebaikan hati Para Dermawan. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang terus mengalir. Mari terus bersinergi, karena sekecil apapun bantuan dari Para Dermawan dapat berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan.
“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”
(HR. At-Thabrani No. 5787.)
Alhamdulillah pada Ramadhan 1466 H tahun ini ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan Ifthar atau berbuka puasa ke Palestina. Konsistensi ABADI dalam menjalankan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mengambil peran saling bahu membahu untuk Palestina terus dijalankan. Penyaluran kali ini Amal Bakti Dunia Islam menjalankan projectnya bekerja sama dengan salah satu mitra nya yakni Friends of Palestine. Berkat bantuan dan do’a yang telah diberikan oleh sahabat ABADI sekalian Misi Kemanusiaan kali ini kembali berhasil, bantuan kita berhasil sampai dan disalurkan langsung di Gaza Palestina meskipun dengan berbagai rintangan yang dihadapi.
Penyaluran program ifthar tahun ini dilakukan di satu titik lokasi tepatnya di Lingkungan Al-Tuffah (kamp pengungsi Al-Tuffah) dan pusat zakat, Gaza Utara. Bantuan yang telah sahabat berikan kini telah menjadi 2.500 paket hidangan berbuka puasa, paket berbuka yang disalurkan berupa nasi dan daging domba. Paket berbuka yang sahabat berikan tidak hanya menjadi pengganjal perut tapi juga semangat baru bagi mereka untuk menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, Alhamdulillah setidaknya hari ini saudara kita di Palestina bisa berbuka. Bantuan yang sahabat berikan adalah bentuk cinta bagi saudara kita yang telah sangat lama didera rasa haus, lapar dan sakit yang tak tertahan. Paket berbuka kali ini Alhamdulillah menjadi penambah gizi dan tenaga untuk saudara kita di Palestina bertahan.
Sahabat, Alhamdulillah berkat bantuan dan sedekah yang telah diberikan kini setidaknya terdapat 2.500 keluarga terdampak palestina telah terbantu. Terima Kasih yang amat dalam disampaikan oleh seluruh keluarga palestina kepada OrangBaik yang telah selalu merangkul Palestina yang berada di tengah krisis kemanusiaan. Mereka juga turut mendoakan semoga apa yang telah sahabat berikan dibalas oleh Sang Maha Pencipta dengan sebaik-baiknya balasan. Sahabat mari bersama untuk terus berkomitmen memberikan bantuan terbaik untuk saudara kita di Palestina. Sahabat, Harapan Palestina adalah Harapan kita bersama. Jangan biarkan saudara kita sendirian melawan rasa sakit, haus dan lapar lagi.
Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam
Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406
Legalitas Yayasan
Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023
Abadi sigap membantu saudara di Tolitoli yang sedang mengalami musibah kebakaran. Hal ini tentu berkat bantuan sahabat di seluruh Indonesia.
infoabadi.org – Kabar duka menimpa saudara-saudara kita di Kel. Sidoarjo, Kec. Baolan, Kab. Tolitoli, Sulawesi Tengah. Pada (02/02), tepatnya pukul 22.30 WITA terjadi kebakaran hebat di Kompleks Pelabuhan Container dan pemukiman padat.
Api besar dengan cepat menyambar rumah panggung kayu, mayoritas milik nelayan kecil. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pemerintah Daerah Tolitoli, ada sebanyak 385 rumah yang terbakar milik 525 KK.
Akibatnya sebanyak 1500 jiwa harus mencari tempat tinggal sementara, saat ini sudah ada pengungsian di beberapa titik yakni di 2 tenda BNBP, tenda masyarakat, dan masjid terdekat. Bagai luntang-lantung di kota orang lain, para pengungsi tidak memiliki bekal apapun untuk memenuhi kebutuhannya. Semua harta benda habis terbakar si jago merah.
Keterangan: Tim Abadi Belanja di Pasar untuk Kebutuhan Para Pengungsi Tolitoli (Dok. Abadi)
Bantuan demi bantuan pun datang, walaupun masih sedikit tapi sudah sangat membantu para pengungsi agar bisa bertahan hidup. Lembaga donasi kemanusiaan Abadi menjadi salah satu yang sigap membantu para pengungsi di Tolitoli. Bantuan itu berupa makanan pokok, minuman, dan beberapa pakaian layak.
Alhamdulillah, berkat bantuan sahabat di seluruh Indonesia, Abadi bisa menjadi lembaga yang sigap dalam membantu saudara yang sedang mengalami musibah. Semoga donasi-donasi yang telah sahabat salurkan dapat menjadi amal jariyah untuk bekal ke surga. Amiin.
Keterangan: Tim Abadi bersama Ibu-Ibu di Pengungsian Menyiapkan Makanan yang Akan Dibangikan Kepada Para Pengungsi di Tolitoli (Dok. Abadi)
Selanjutnya, Abadi mengajak sahabat untuk bersama-sama melakukan 14 hari tanggap darurat. Selama 14 hari ini, ladang kebaikan dibuka seluas-luasnya untuk membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah di Tolitoli.
Bantuan tersebut bisa berupa gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang terbakar dan merapikan kompleks pelabuhan, setelah itu kita bisa membangunkan kembali rumah-rumah panggung kayu untuk masyarakat.
Namun apabila sahabat tidak mampu melakukan hal itu, karena beberapa hambatan seperti jarak dan waktu. Sahabat bisa mengirimkan bantuan lainnya, seperti uang untuk membeli kebutuhan para pengungsi atau bahan makanan, baju layak pakai, selimut, masker, perlengkapan cuci, dan perlengkapan sekolah. (izzah/infoabadi)
Bagi Sahabat yang ingin memberikan bantuan untuk saudara-saudara di Tolitoli, dapat melalui:
BSM (451) 711 7976 337
a.n Amal Bakti Dunia Islam
Selanjutnya untuk konfirmasi dan layanan jemput donasi hubungi 085241149040
Permasalahan pada muslim Uighur adalah masalah kita bersama, tapi banyak di antara umat muslim tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi di sana. Itulah yang membuat penting adanya edukasi dunia Islam.
infoabadi.org – Alhamdulillah, Abadi telah berkontribusi memberikan kegiatan tentang dunia Islam kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat pada pekan ketiga di bulan Januari 2020. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BP PAUD dan DIKMAS Nusa Tenggara Barat.
Talkshow dunia Islam dengan tema “Memahami Konflik Uighur” ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemasalahan yang sebenarnya terjadi pada muslim Uighur, China.
Keterangan: Direktur Abadi berikan sambutan pada acara talkshow “Memahami Konflik Uighur” (Foto: Dok. Abadi)
Akhir-akhir ini banyak media memberitakan tentang etnis minoritas muslim di Uighur yang mendapatkan perlakuan diskriminasi dan penghilangan identitas oleh mayoritas penganut komunis China. Sementara itu, umat muslim di Indonesia belum masih belum memahami dengan apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Tak lama dari kehebohan berita tersebut, Abadi segera mengambil tindakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai apa yang terjadi di Uighur, China, dan apa yang harus muslim lakukan?
Keterangan: Peserta talkshow sedang ikut berinteraksi dengan (Foto: Dok. Abadi)
Pada acara kali ini, Abadi mendatangkan seorang aktivis kemanusiaan dan penulis aktif Republika yaitu Herry Cahyadi. Sementara itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari beberapa instansi dan aktivis kemanusiaan Kota Mataram, seperti aktivis ACT, Ketua MUI Mataram, Dewan Dakwah, Kotak Amal Indonesia, FSLDK Nusram mahasiswa HI Univesritas Mataram, Mualaf Center, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Yayasan Islam Al-Quds NTB, dan lainnya.
Keterangan:Sesi diskusi pada acara talkshow “Memahami Konflik Uighur” (Foto: Dok. Abadi)
Sebagai umat muslim, wajib bagi kita untuk peduli dengan muslim lainnya. Bentuk peduli juga bermacam-macam, mulai dari memahami terlebih dahulu tentang permasalahan yang terjadi, kemudian memberikan solusinya nyata.
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist bahwa umat muslim hendaklah untuk saling telong-menolong, karena mereka saling membutuhkan satu sama lain.
“Siapa saja yang meringankan beban seorang Mukmin di dunia, Allah pasti akan meringankan bebannya pada hari kiamat. Siapa saja yang memeberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah pasti akan memberi dia kemudahan di dunia dan akhirat. Allah SWT selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
Anak-anak yatim Palestina memiliki kisah hidup yang cukup rumit. Mereka merasakan kesulitan yang berkali lipat dari anak-anak lainnya.
infoabadi.org – Komite Hak-Hak Anak International pernah menyatakan bahwa kondisi anak-anak di Palestina sangat memprihatinkan. Ada sekitar 23.000 anak-anak yang kehilangan ayahnya dan menjadi yatim.
Anak-anak yatim di Palestina hidup dalam keadaan yang lebih sulit jika dibandingkan di tempat lain. Mereka harus menghadapi masalah yang cukup serius sepanjang harinya. Berikut ini, lembaga donasi kemanusiaan Palestina, Abadi menyajikan informasi mengenai masalah utama yang dihadapi anak yatim di Palestina untuk anda. Simak terus artikelnya!
Anak Yatim Jadi Korban Serangan Israel
Keterangan: Anak-anak yatim Palestina banyak yang jadi sasaran tantara Israel (Foto: Oxfam)
Dalam beberapa serangan yang dilangsungkan oleh tantara Israel terhadap Palestina, banyak kematian telah dilaporkan kepada pemerintah, di antaranya adalah anak-anak. Mereka terbunuh secara tidak sengaja atau bahkan kadang sengaja ditembaki tanpa alasan. Terlebih anak yatim, mereka dengan mudah menjadi sasaran penembakan karena tidak lagi memiliki pelindung.
Di Jalur Gaza, berbagai konfrontasi dan serangan Israel telah mengakibatkan kematian anak-anak. Serangan tersebut sering menargetkan tempat-tempat umum yang telah berubah menjadi tempat perlindungan bagi warga sipil, seperti sekolah, rumah sakit, dll. Selain nyawa yang hilang, puluhan ribu anak-anak terluka dan beberapa dibiarkan cacat seumur hidup.
Hidup Dalam Kemiskinan
Keterangan: Anak-anak yatim di Palestina hidup dalam kemiskinan (Foto: Haaretz)
Israel telah membuat berbagai keputusan yang menyangkut sistem perekonomian penduduk Palestina, dari perkebunan, laut, dan perdagangannya.
Pada tahun 2012, tingkat pengangguran penduduk Palestina mencapai 27% dan 26% orang Palestina hidup di bawah garis kemiskinan. Dampak kemiskinan pada anak-anak yatim sangat banyak, di antaranya sulit mendapatkan makanan, hidup tidak layak, putus sekolah, harus mencari nafkah sejak dini.
Hak Atas Pendidikan
Keterangan: Anak-anak yatim di Palestina banyak yang tidak mendapatkan hak pendidikan (Foto: Wrmea)
Di Palestina, ada sekitar 70% anak-anak yang bisa sekolah termasuk anak yatim, namun akses mereka sangat sulit. Menurut sebuah studi UNICEF 2013, lebih dari 2.500 anak-anak dalam komunitas pendidikan harus melewati satu pos pemeriksaan setiap hari saat pergi ke sekolah.
Sementara itu jumlah kelas untuk sekolah anak-anak tidak mencukupi, karena bantuan pendidikan yang terbatas. Bahkan sumber daya guru di sana pun masih sangat kekurangan.
Hak atas Perawatan Kesehatan
Keterangan: Anak-anak yatim Palestina sulit mendapatkan pelayanan kesehatan (Foto: CNN International)
Angka kematian anak di Palestina, tujuh kali lebih tinggi dari pada anak-anak Israel. Sekitar 30% anak-anak Palestina meninggal sebelum usia lima tahun. Penyebab tingginya angka kematian pada anak karena anemia, kekurangan gizi, atau bahkan gizi buruk. Hal ini pun dirasakan oleh anak-anak yatim Palestina.
Akses menuju layanan kesehatan dapat terbukti sangat bermasalah karena adanya dinding pemisah dan pos pemeriksaan. Kesaksian telah mencatat, bahwa kasus-kasus di mana keluarga menemukan diri mereka diblokir oleh tantara Israel ketika mendatangi rumah sakit. Terkadang, jika perawatan medis tertunda, hasilnya bisa berakibat fatal.
Selama serangan, Israel banyak menatgetkan rumah sakit atau klinik yang dihancurkan. Dalam hal ini, Israel telah merampas hak kesehatan anak-anak termasuk anak yatim.
Anak Yatim Mengalami Diskriminasi
Keterangan: Anak-anak yatim di Palestina menghadapi berbagai deskriminasi (Foto: Routers)
Anak-anak yatim di Palestina mengalami diskriminasi karena kondisi yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Tidak banyak anak-anak yatim yang mendapatkan perhatian dan bantuan untuk pendidikan atau kebutuhan sehari-harinya. Sehingga mereka harus hidup dengan segala keterbatasan.
Selain itu, Israel tidak pernah bertanggung jawab atas perlakuannya terhadap anak-anak yatim yang kehilangan orang tua, harta, dan rumahnya. Tentara Israel justru memperlakukan anak yatim dengan sewenang-wenang.
Sahabat Abadi, seperti itulah permasalahan yang harus dihadapi anak-anak yatim Palestina, mereka tidak bisa merasakan hidup yang damai. Mari kita berikan dukungan kepada anak-anak yatim Palestina dan membebaskan mereka dari belenggu kejahatan Israel.(izzah/infoabadi)
Penggunaan media sosial secara bijak dapat meningkatkan produktivitas dan manfaat yang sangat luar biasa.
infoabadi.org – Menggunakan media sosial memang sangat menyenangkan bagi semua kalangan, khusunya anak-anak muda. Akan tetapi penggunaan yang tidak bijak dapat membuat media sosial tidak tepat guna.
Sebelum bermain media sosial, penting bagi kita untuk mengetahui rambu-rambunya, agar tidak salah melangkah dan sia-sia. Ini dia, lembaga donasi kemanusiaan Abadi menyajikan tips bijak menggunakan media sosial untuk sahabat. Yuk simak sampai selesai!
1. Follow Akun-Akun Positif
Keterangan: Pastikan follow akun yang positif dan bermanfaat untuk hidup anda (Foto: Shutterstock)
Manfaatkan media sosial untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan kompetensi sahabat. Caranya ikuti akun-akun media sosial positif yang mampu dijadikan teladan dan mengubah hidup sahabat lebih baik lagi.
Misalnya ikuti akun kajian, menulis bareng, motivasi hidup, desain interior, atau akun lainnya yang sesuai dengan minat sahabat. Pastikan akun tersebut mampu membuat sahabat belajar banyak hal.
2. Gunakan Media Sosial untuk Menyebarkan Konten Positif
Keterangan: Gunakan media sosial untuk memposting konten positif (Foto: Xakata)
Bagikanlah konten positif kepada teman-teman di media sosial dengan tujuan untuk berbagi kebaikan dan belajar bersama. Sejatinya aktivitas kita di media sosial pun akan diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti, sehingga alangkah baiknya untuk memanfaatkan dengan baik.
Konten positif yang sahabat bagikan InsyaaAllah akan menjadi amal jariyah yang mampu membawa kita ke surga-Nya kelak. Aamiin.
3. Jadikan Medsos Sarana Membangun Jaringan dan Silaturahim
Keterangan: Gunakan media sosial untuk menjalin komunikasi dengan saudara atau kerabat jauh (Foto: Shutterstock)
Fitur pencarian teman di media sosial memungkinkan sahabat mencari informasi mengenai orang lain tanpa perlu mendatangi secara langsung karena beberapa hambatan. Misalnya jarak yang jauh atau waktu yang sempit. Sahabat dapat tetap bersilaturahim dengan saudara jauh dengan media sosial, masih bisa bertegur sapa dan menanyakan kabar atau lebih luas lagi.
Selain itu, sahabat dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai acara edukasi yang diadakan tokoh-tokoh teladan yang diikuti. Sehingga dapat dengan mudah untuk mengikuti acaranya secara langsung.
4. Gunakan Media Sosial untuk Mengakses Berita
Keterangan: Akses berita di media sosial dapat meningkatkan pengetahuan (Foto: IDN Times)
Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa melupakan penggunaan media sosial untuk mencari sumber berita di setiap sudut kehidupan manusia lainnya. Tujuannya untuk mengetahui kondisi sesama manusia, meningkatkan budaya tolong menolong ketika ada bencana, budaya kritis dalam pemerintahan, dan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
5. Batasi Waktu Bermedsos
Keterangan: Kendalikan diri untuk gunakan waktu bermedsos dengan baik (Foto: Kompas Lifestyle)
Kenikmatan bermain dengan media sosial membuat banyak orang terlena hingga lupa segala aktivitas fisiknya. Sahabat, hal inilah yang harus dibenahi.
Sahabat, gunakan media sosial untuk hal-hal yang penting saja, tidak meninggalkan atau menunda salat, tilawah, dan belajar ilmu agama/pengetahuan. Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan menimbulkan keburukan, begitupun ketika menggunakan media sosial tidak kenal waktu yang akan dihasilkan adalah hal negatif.
Sahabat itulah tips menggunakan media sosial dengan bijak. Mari kita memaksimalkan penggunaan media sosial dengan baik, agar tidak merugikan.(izzah/infoabadi)
Ada sebanyak 1,5 juta jiwa yatim Palestina yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka tak mendapatkan haknya sebagai anak-anak.
infoabadi.org – Lebih dari 23.000 anak-anak di Palestina kehilangan ayahnya , karena terbunuh oleh tantara-tentara Israel. Tidaklah mudah bagi anak-anak yatim untuk bisa bertahan hidup di Jalur Gaza. Jalur Gaza yang luasnya hanya 267 km persegi seperti Kota Jakarta, dengan jumlah penduduk 2 juta jiwa. Namun yang menjadi prihatin, dari jumlah itu, sebanyak 1,5 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Kenapa terjadi kemiskinan di Palestina? Tanah di Palestina dijadikan sebagai wilayah target serangan oleh Israel. Selain itu, di Jalur Gaza diberlakukan pemblokadean oleh Israel. Hal itu membuat aktivitas ekonomi, politik, sosial penduduk Palestina menjadi sulit.
Dampak kemiskinan di Palestina sangat mempengaruhi kehidupan anak-anak yatim di sana, berikut lembaga donasi kemanusiaan Palestina menyajikan informasinya untuk sahabat.
Kurangnya Sumber Makanan Bergizi
Keterangan: Potret Anak-anak Palestina Mengantri Mendapatkan Makanan (Foto: Islamic Invitation Turkey)
Hari demi hari anak-anak yatim Palestina harus bertaruh dengan kondisi terjajah. Mereka sangat kekurangan bahan makanan, jangankan makanan bergizi sempurna, bahkan makanan pokokpun tidak terpenuhi. Terlebih saat bantuan UNRWA semakin berkurang, karena AS menghentikan dana bantuannya kepada Palestina sebesar Rp836 miliar. Sekitar 80 persen keluarga Palestina yang tidak mampu, tidak mendapatkan penghasilan, dan kekurangan gizi.
Kurangnya sumber makanan bergizi berpengaruh besar terhadap kehidupan penduduk Palestina, khususnya anak-anak yatim. Tubuh anak-anak masih dalam proses pertumbuhan, sedangkan makanan bergizi dapat membantu proses tersebut dengan baik dan menjaga kesehatan mereka.
Pendidikan Yatim Palestina Belum Merata
Keterangan: Potret Anak-anak Palestina Pergi Ke Sekolah (Foto:Media Indonesia)
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang ditargetkan oleh penjajah Israel, agar mereka bisa melemahkan generasi Palestina. Di Jalur Gaza hanya ada 550.000 anak-anak bisa bersekolah termasuk anak-anak yatim. Itu pun dua pertiga sekolah dipaksa untuk beroperasi secara bergiliran, karena kurangnya bangunan sekolah.
Sebagian besar bantuan pendidikan hanya diberikan kepada anak-anak yang benar-benar tidak mampu saja, itu pun belum terdata seluruhnya. Kementrian pendidikan di Palestina menghadapi kekurangan bantuan dana sekolah, selain itu mereka juga kekurangan 800 guru dan staff administrasi. Sementara mereka berjuang untuk menutupi gaji guru yang defisit hingga US $ 300.000 atau sekitar Rp 4.096.350 per bulan.
Sahabat Abadi, begitulah kondisi sulit yang dirasakan oleh anak-anak yatim di Palestina. Mereka membutuhkan dukungan dari kita semua. Mari kita tingkatkan doa-doa terbaik untuk mereka, dan mulai sekarang belajar berikhtiar untuk memberikan donasi kemanusiaan kepada mereka. Semoga kelak kehidupan anak-anak yatim Palestina bisa berubah lebih baik. (izzah/infoabadi)
Sumber: BBC Indonesia, CNN Indonesia, Occupied Palestinian Territory
Terima kasih, Sahabat Abadi di Indonesia. Berkat dukunganmu, kami bisa menyumbang tahun baru dengan kebaikan dari pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza-Palestina.
infoabadi.org – Alhamdulillah, masyarakat Indonesia menghabiskan sisa akhir tahun 2019 dengan berlomba-lomba meningkatkan amal jariyahnya yaitu dengan mengikhlaskan harta untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza.
Pada akhir bulan November 2019, lembaga donasi kemanusiaan Palestina Abadi kembali mendapatkan amanah dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan donasi pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina
Abadi menyalurkan donasi yang terkumpul sebanyak 230 juta, dengan simbolisasi yang dilakukan oleh Direktur Abadi, Bapak Lauhul Hamdi kepada Ketua Jisru at-Taawun al-Insani di Istanbul, Turki.
Bentuk Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina
Keterangan: Simbolisasi Ucapan Terima Kasih dari Penduduk Gaza Atas Bantuan Pembangunan Masjid Istiqlal (Foto: Dok.Abadi)
Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza merupakan persembahan masyarakat Indonesia kepada Palestina sebagai simbol kemerdekaan. Di mana masjid tersebut adalah bentuk dukungan agar Palestina segera merdeka dari jajahan zionis Israel.
Dukungan sekecil apapun akan sangat berarti bagi penduduk Palestina. Kita sebagai saudara sesama muslim, mari saling bahu-membahu meringankan beban mereka, karena kalau bukan kita lalu siapa lagi?
Selesaikan Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza
Keterangan: Perkembangan Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza(Foto: Dok.Abadi)
Selama puluhan tahun penduduk Gaza, Palestina di bawah penjajahan Israel. Mereka banyak kehilangan masjid karena dihancurkan dan diratakan dengan tanah oleh penjajah. Sekalipun ada masjid, penduduk di sana dilarang memasuki atau beribadah di masjid.
Kesulitan yang dirasakan oleh penduduk Gaza tersebut membuat kita tersadar untuk memberikan uluran tangan dan kepedulian. Hal terpenting adalah istiqomahkan kontribusi kita untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza sampai selesai, agar penduduk Gaza dapat segera beribadah di dalam masjid tersebut dengan tenang.
Sahabat Abadi, mari kita doakan untuk kemerdekaan penduduk Gaza, Palestina, supaya segera diberi kemerdekaan dan dapat beribadah dengan tenang. (izzah/infoabadi)
Perjalanan Abadi selama tahun 2019 menjadi lembaga donasi kemanusiaan yang berfokus untuk membantu permasalahan dunia Islam.
infoabadi.org – Alhamdulillah, Abadi berhasil mengadakan berbagai kegiatan keislaman dan menyalurkan donasi yang diamanahkan masyarakat Indonesia untuk dunia Islam pada tahun 2019 ini. Perjalanan selama satu tahun Abadi menyalurkan donasi telah tersusun dalam dalam catatan berikut ini:
Januari
Keterangan: Membangun kembali masjid yang hancur akibat gempa bumi di dusun Tempo Sodo-Lombok (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan pertama di tahun 2019, Abadi membantu proses pembangunan pondasi Masjid Tempo Sodo. Masjid tersebut pernah berdiri sebelumnya, akan tetapi rangkaian gempa yang mengguncang Lombok pada pertengahan tahun 2018 lalu, membuat masjid tersebut turut hancur.
Menangani permasalahan tersebut, Abadi mengambil peran dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk bmembangun kembali masjid satu-satunya yang ada di dusun Tempo Sodo, Lombok.
Februari
Keterangan: Pembangunan Hunian Sementara dari Abadi kepada korban gempa bumi dan likuefaksi Palu (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan kedua, Abadi melakukan penyaluran donasi untuk korban gempa bumi dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala. Salah satunya dengan membangun beberapa huntara bagi masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut di Palu.
Selain itu, Abadi juga memberikan hiburan kepada anak-anak di Sumbawa Barat melalui dongeng kemanusiaan. Tujuan dari dongeng tersebut untuk memberikan motivasi dan hiburan kepada anak-anak setempat di Sumbawa.
Maret
Keterangan: Masyarakat Lombok Mengadakan Roadshow Bersama Ulama Palestina (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan ketiga, Abadi mengadakan roadshow Ulama Palestina di tengah-tengah warga korban bencana gempa Lombok. Roadshow tersebut berisikan rangkaian ceramah, doa bersama, dan kegiatan muhasabah
April
Pada bulan keempat, Abadi mengadakan Roadshow Ulama Palestina bersama Syekhah Asma Abu Samha dan Syekh Muraweh Mosa Naser Nassar di Sumbawa- Bima.
Acara Roadshow ditujukan kepada masyarakat Sumbawa untuk memberikan edukasi tentang Kepalestinaan, serta memberikan motivasi dari kisah hidup para penduduk Palestina kepada masyarakat Sumbawa.
Mei
Keterangan: Pemasangan Atap Masjid Tempo Sodo Pada Bulan Mei, 2019 (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan kelima, Abadi kembali menyalurkan donasi dari masyarakat Indonesia untuk pembangunan Masjid Tempo Sodo, yakni untuk melanjutkan tahap pemasangan atap masjid.
Selain itupada bulan ini, Abadi mengadakan sejumlah Roadshow bersama Ulama Palestina untuk menyemarakkan bulan Ramadhan di tengah-tengah masyarakat Lombok. Kegiatan ini untuk mengisi waktu-waktu agar lebih bermanfaat di bulan Ramadhan.
Juni
Keterangan: Proses Pemasangan Keramik di Masjid Tempo Sodo (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan keenam, Abadi menyalurkan donasi tahap lanjutan untuk pembangunan Masjid Tempo Sodo yakni pemasangan keramik. Pemasangan keramik ini dilakukan bersama-sama dengan masyarakat di sekitar dusun Tempo Sodo.
Tahap pemasangan keramik tersebut merupakan tahap penyelesaian, karena setelah keramik terpasang, masjid Tempo Sodo sudah digunakan untuk salat dan kegiatan keagamaan.
Juli
Keterangan: Penyerahan Donasi dari Masyarakat Indonesia untuk Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan ketujuh, Abadi menyalurkan donasi dari masyarakat Indonesia untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza. Penyaluran donasi tersebut dilakukan di Turki.
Masjid Istiqlal Indonesia ini merupakan simbol kemerdekaan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada penduduk Palestina di Khan Yunis, Gaza. Kita semua mendoakan dengan berdirinya masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, maka para penduduk Gaza dapat dengan mudah beribadah dan menjalankan segala aktivitas Pendidikan Islam di masjid tersebut.
Agustus
Pada bulan kedelapan, Abadi kembali mengadakan roadshow Ulama Palestina di Mataram. Roadshow ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang Kepalestinan dan kisah inspiratif kemanusiaan dari Palestina kepada masyarakat Mataram.
Agenda kedua pada bulan Agustus 2019 ini, Abadi mengadakan dongeng kemanusiaan untuk anak-anak di Mataram. Dongeng adalah media belajar yang paling menyenangkan bagi anak-anak, sehingga anak-anak di sana sangat antusias dalam kegiatan tersebut.
September
Keterangan: Penyaluran Donasi Beasiswa untuk Pendidikan Anak-Anak Yatim di Gaza (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan kesembilan, Abadi menyalurkan santunan untuk anak yatim Gaza yang dilakukan di Malaysia. Beasiswa tersebut ditujukkan kepada anak-anak yatim yang sedang menempuh pendidikan tahfidz di Gaza.
Selain itu, pada bulan September ini ada event besar Abadi, yakni Nonton Bareng Film “Hayya”. Pada acara nobar ini, Abadi berperan menjadi mitra penyaluran donasi dalam prosesi pemutaran perdana film tersebut di Lombok.
Kegiatan lainnya tetap berjalan, seperti roadshow Ulama Palestina untuk masyarakat Palu dan dongeng kemanusiaan Kepalestinaan.
Oktober
Pada bulan kesepuluh, Abadi mengadakan roadshow Ulama Palestina untuk masyarakat Lombok Timur. Kegiatan ini tidak lain untuk mengedukasi masyarakat Lombok tentang keberadaan Palestina saat ini.
Selain itu, ada Malam Amal Kemanusiaan bersama JSIT di Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan ini Abadi menjadi bagian untuk menghimpun donasi kemanusiaan, sekaligus memperkenalkan lembaga kepada masyarakat NTB.
November
Keterangan: Penyaluran Donasi Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza (Foto: Dok. Abadi)
Pada bulan kesebelas, Abadi mengadakan Palestina Solidarity Day bersama Ponpes Ashohwah Gerung di Lombok Barat. Kemudian,di bulan yang sama Abadi mengadakan peresmian Masjid Tempo Sodo, sebagai tanda masjid tersebut sudah bisa digunakan untuk salat dan kegiatan keagamaan.
Selain itu, Abadi juga menyalurkan donasi dari masyarakan Indonesia untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, penyaluran ini dilakukan di Turki.
Kegiatan penutup di bukan November 2019 ini, Abadi mengadakan stand kemanusiaan di CFD Udayana. Dalam hal tersebut Abadi mengajak masyarakat Lombok untuk lebih peduli dengan sesama.
Desember
Keterangan: Penyaluran Santunan untuk Anak-Anak Yatim di Gaza (Foto: Dok. Abadi
Pada bulan terakhir, Abadi menyalurkan donasi untuk anak yatim Gaza dan melakukan perjanjian atau MOU untuk penyaluran lanjutan selama satu tahun ke depan.
Selain itu, Abadi juga mengadakan roadshow Bersama Ulama Palestina untuk masyarakat Lombok Tengah. Selanjutnya melakukan evaluasi tahunan, tujuannya untuk melihat hasil satu tahun kerja dan membuat targetan baru di tahun 2020 mendatag.
Inilah perjalanan Abadi selama tahun 2019, tidak hanya melakuka penyaluran donasi, tapi Abadi juga mengadakan kegiatan edukasi untuk masyarakat luas. Donasi yang sahabat berikan tentunya sudah menolong banyak orang, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja, akan tetapi untuk dunia Islam khususnya Palestina.
Sahabat, terima kasih atas kepercayaan anda sudah menyalurkan donasi melalui Abadi. Mari kita teruskan kebaikan ini, agar lebih banyak yang dapat merasakan manfaatnya.(izzah/infoabadi)