MUSIM DINGIN MERENGGUT NYAWA – Melawan Dingin dengan Kepedulian

MUSIM DINGIN MERENGGUT NYAWA – Melawan Dingin dengan Kepedulian

Misi Kemanusiaan Amal ABADI

Kelaparan di Gaza masih saja menempati puncak krisis kemanusiaan di dunia. Berdasarkan pernyataan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tercatat lebih dari 55.000 keluarga terdampak Palestina yang harus menghadapi badai dan hujan tanpa henti. Tak terhitung jumlah tenda yang roboh dan tergenang air. Akibatkan puluhan ruang ramah anak terpaksa terhenti yang berimbas ke lebih dari 30.000 anak menderita haus dan dingin. Makanan semakin menipis, bayi-bayi dilaporkan meninggal karena tak cukup nutrisi dan susu sebagai penunjang masa pertumbuhannya. Anak-anak dikabarkan meninggal dunia karena kedinginan. Per 18 Desember 2025 lalu Kementrian Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 18 orang termasuk anak-anak telah dinyatakan meninggal akibat paparan gelombang musim dingin.  Angka ini berpotensi terus bertambah, duka akibat penyiksaan kini datang bersamaan dengan gelombang musim dingin yang juga mematikan.

Alhamdulillah kabar baiknya berkat kepedulian yang Sahabat ABADI berikan, Yayasan Amal ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Infant Kit (Susu & Diapers) & Warmth Kit (Selimut & Jaket Anak) ke Gaza. Penyaluran ini merupakan Winter Project atau Program Bantuan Musim Dingin  untuk keluarga terdampak Gaza yang telah konsisten ABADI kirimkan setiap tahunnya. Pada tahun ini Amal ABADI berhasil menjangkau beberapa titik kamp pengungsian di Gaza, diantaranya di wilayah Deir Al-Balah, Gaza Tengah & Khan Yunis, Selatan Jalur Gaza. Penyaluran ini dilakukan tepatnya pada tanggal 28-30 November 2025 lalu dengan jangkauan penerima manfaat sebanyak 1098 Penerima Manfaat. 

“Sahabat, bantuan musim dingin di wilayah Gaza masih jauh dari kata cukup, ribuan keluarga Palestina masih menderita” – Syeikh Hamza (Relawan Amal ABADI)

Rasa lapar dan dingin tak kunjung usai, tenda tempat berteduh sebelumnya kini harus tergenang air. Kemanakah saudara kita akan berteduh di tanah Gaza yang kini setiap sudutnya dipenuhi derita. Rasa lapar, haus, dingin dan sakit atas kehilangan semakin menyiksa. Lantas kini apa yang bisa kita lakukan? 

  1. Kirim kembali kebutuhan pangan menuju Gaza
  2. Kirim bantuan selimut dan pakaian hangat untuk mereka
  3. Kirim bantuan tenda baru sebagai pengganti tenda yang telah roboh dan tergenang air
  4. BUYCUT – BOYCOT produk yang terafiliasi Zi*nis

Sahabat, bukan seberapa besar yang kita berikan menjadi penentu nilai bantuan yang kita beri, melainkan seberapa konsisten kita untuk berada dijalan juang kemanusiaan inilah yang menjadi titik tumpu kita. Jika tidak bisa memberi, setidaknya jangan dukung produk pelaku genosida. Jika tak bisa memberi, setidaknya mari suarakan ke penjuru negeri bahwa Palestina masih didera derita.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

MESKI SEMPAT DI BOM, ABADI BERHASIL SALURKAN  BANTUAN TEPUNG!

MESKI SEMPAT DI BOM, ABADI BERHASIL SALURKAN BANTUAN TEPUNG!

Bantuan Tepung dari sahabat ABADI telah sampai…… 

Alhamdulillah pada bulan lalu tepatnya pada tanggal 22-25 Agustus 2025 ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan tepung yang menjangkau sekitar 1.718 penerima manfaat bekerja sama dengan mitra internasional yakni Rumah Palestina (Syeikh Asem). Titik distribusi yang disasar adalah di Jalur Gaza Utara-Pusat Kota Gaza, Palestina. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di daerah distribusi bantuan. Senyum merekah terlihat di wajah para saudara kita yang di Palestina, ucapan syukur dan terima kasih diucap tanpa henti.

Selama proses distribusi, tim lapangan kami sempat mengalami kendala yang cukup serius, dimana pada saat tahap distribusi yang kedua akan dilakukan pengeboman terjadi di wilayah tersebut, sehingga proses distribusi harus tertunda sementara. 

“There is a massive bombardment everywhere, and the starvation is getting worse. Those are big families with very difficult circumstances. So we gave them a big bag of flour.” – Syeikh Asem Anabih

“Ada pengeboman besar-besaran di mana-mana, dan kelaparan semakin parah. Mereka adalah keluarga besar dengan kondisi yang sangat sulit. Jadi kami memberikan mereka satu karung besar tepung” ungkap Syeikh Asem Anabih yang merupakan Tim Penyalur ABADI pada program ini.

Meskipun tim kami menghadapi masalah yang serius, Alhamdulillah setelah pengeboman usai, Distribusi Bantuan Tepung Tahap II yang sempat tertunda berhasil dilakukan. Sahabat lihatlah mereka harus bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan segenggam tepung untuk menyambung hidup.

Sahabat ABADI, terima kasih telah ikut berperan dan bergerak dalam Misi Kemanusiaan kali ini. Semoga apa yang telah sahabat berikan mendapat balasan terbaik dari Sang Pencipta. Sudah cukup kita hanya menjadi penonton, ini saatnya kita bersama bergerak menjadi salah satu Pejuang Al-Aqsa. Tidak melulu soal berapa nominal yang kita berikan, ini hanya perkara seberapa kita MAU dan MAMPU berikan. Yuk turut andil dalam Misi Kemanusiaan berikutnya! 

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

Sahabat, tahukah kamu tepat pada tgl 15 Mei 1948 adalah pengingat kembali atas luka mendalam warga Palestina yang disebut sebagai NAKBA. Nakba dikenal sebagai Malapetaka Palestina, adalah penghancuran masyarakat dan tanah air Palestina. Tepat pada hari ini 15 Mei 2025 sudah 77 tahun Palestina dipaksa meninggalkan tanah airnya sendiri, disiksa habis-habisan tanpa ampun, akses makanan yang semakin dipersulit bahkan akses medis dihancurkan hingga rata. Data wilayah Palestina secara resmi seluas sekitar 6.020 km², terdiri dari Tepi Barat (±5.655 km²) dan Jalur Gaza (±365 km²). Pada 1995, Palestina menguasai sekitar 2.627 km² (44%) wilayah ini, meliputi Area A dan B di Tepi Barat serta seluruh Gaza. Namun pada 2025, penguasaan efektif Palestina menurun menjadi sekitar 2.372 km² (39%) karena Israel mengontrol sekitar 60% Tepi Barat (Area C, ±3.393 km²) dan lebih dari 70% Gaza (±255 km²) menjadi zona terlarang akibat blokade dan konflik. Dengan demikian, meski klaim wilayah tetap sama, kendali faktual Palestina menyusut signifikan (sumber: Wikipedia West Bank, Gaza Strip, dan laporan politik terbaru).

Tepat pada tgl 15 Mei 1948 lalu ada sebuah Negara yang indah nan syahdu dikenal dengan kedamaian serta air yang berlimpah, namun sayang lebih dari 700.000 rakyatnya diusir tanpa ampun dari tanahnya sendiri. Rumah-rumah mereka perlahan diakuisisi, tanah-tanah mereka semakin terhimpit hingga orang-orangya kini tertatih-tatih tanpa atap dan makananan. Sahabat, 77 tahun Palestina terusir dari tanah sendiri, 77 tahun Palestina menderita, 77 tahun Palestina menanggung beban KEHILANGAN, KESEDIHAN dan KESENGSARAAN atas PENYIKSAAN yang telah mereka alami.

Sahabat pesan ini bukan hanya sekedar tulisan, ini adalah peringatan atas bungkamnya dunia terhadap pembantaian yang telah puluhan tahun terjadi. Sampai pada hari ini pembantaian itu terjadi setiap detiknya. Pembantaian ini terus terjadi hingga memuncak kembali pada 7 Oktober 2023, kita bersama menolak lupa bahwa ini bukan sekedar penyerangan biasa melainkan pembantaian dan dunia menjadi saksi atas krisis kemanusiaan yang terjadi. Hingga saat ini berdasarkan Laporan Kementrian di Gaza tercatat sudah lebih dari 52.908 orang meninggal dunia dan 119.721 lainnya luka-luka dengan sebagian korbannya didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Tidak cukup sampai disana, semakin hari kondisi Palestina semakin menyayat hati, bagaimana tidak jumlah korban terus bertambah di sisi lain akses medis, air dan makanan terus saja dihancurkan. Jumlah rumah sakit, sekolah hingga sumur dan jaringan air sudah tidak terhitung lagi kerusakannya.

Lantas sahabat sampai kapan kita hanya akan menjadi penonton atas krisis kemanusiaan yang terjadi, Pembantaian ini dilakukan di tanah mereka sendiri. Mari terus bersama berdiri tegak bahu membahu atas penghapusan krisis kemanusiaan ini. Do’a jangan sampai terhenti, bantuan harus tetap bersama kita ikhtiarkan. NAKBA akan menjadi harapan dan semangat baru atas berdiri tegaknya Rasa Kemanusiaan yang selama ini dunia sembunyikan.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam