77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

Sahabat, tahukah kamu tepat pada tgl 15 Mei 1948 adalah pengingat kembali atas luka mendalam warga Palestina yang disebut sebagai NAKBA. Nakba dikenal sebagai Malapetaka Palestina, adalah penghancuran masyarakat dan tanah air Palestina. Tepat pada hari ini 15 Mei 2025 sudah 77 tahun Palestina dipaksa meninggalkan tanah airnya sendiri, disiksa habis-habisan tanpa ampun, akses makanan yang semakin dipersulit bahkan akses medis dihancurkan hingga rata. Data wilayah Palestina secara resmi seluas sekitar 6.020 km², terdiri dari Tepi Barat (±5.655 km²) dan Jalur Gaza (±365 km²). Pada 1995, Palestina menguasai sekitar 2.627 km² (44%) wilayah ini, meliputi Area A dan B di Tepi Barat serta seluruh Gaza. Namun pada 2025, penguasaan efektif Palestina menurun menjadi sekitar 2.372 km² (39%) karena Israel mengontrol sekitar 60% Tepi Barat (Area C, ±3.393 km²) dan lebih dari 70% Gaza (±255 km²) menjadi zona terlarang akibat blokade dan konflik. Dengan demikian, meski klaim wilayah tetap sama, kendali faktual Palestina menyusut signifikan (sumber: Wikipedia West Bank, Gaza Strip, dan laporan politik terbaru).

Tepat pada tgl 15 Mei 1948 lalu ada sebuah Negara yang indah nan syahdu dikenal dengan kedamaian serta air yang berlimpah, namun sayang lebih dari 700.000 rakyatnya diusir tanpa ampun dari tanahnya sendiri. Rumah-rumah mereka perlahan diakuisisi, tanah-tanah mereka semakin terhimpit hingga orang-orangya kini tertatih-tatih tanpa atap dan makananan. Sahabat, 77 tahun Palestina terusir dari tanah sendiri, 77 tahun Palestina menderita, 77 tahun Palestina menanggung beban KEHILANGAN, KESEDIHAN dan KESENGSARAAN atas PENYIKSAAN yang telah mereka alami.

Sahabat pesan ini bukan hanya sekedar tulisan, ini adalah peringatan atas bungkamnya dunia terhadap pembantaian yang telah puluhan tahun terjadi. Sampai pada hari ini pembantaian itu terjadi setiap detiknya. Pembantaian ini terus terjadi hingga memuncak kembali pada 7 Oktober 2023, kita bersama menolak lupa bahwa ini bukan sekedar penyerangan biasa melainkan pembantaian dan dunia menjadi saksi atas krisis kemanusiaan yang terjadi. Hingga saat ini berdasarkan Laporan Kementrian di Gaza tercatat sudah lebih dari 52.908 orang meninggal dunia dan 119.721 lainnya luka-luka dengan sebagian korbannya didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Tidak cukup sampai disana, semakin hari kondisi Palestina semakin menyayat hati, bagaimana tidak jumlah korban terus bertambah di sisi lain akses medis, air dan makanan terus saja dihancurkan. Jumlah rumah sakit, sekolah hingga sumur dan jaringan air sudah tidak terhitung lagi kerusakannya.

Lantas sahabat sampai kapan kita hanya akan menjadi penonton atas krisis kemanusiaan yang terjadi, Pembantaian ini dilakukan di tanah mereka sendiri. Mari terus bersama berdiri tegak bahu membahu atas penghapusan krisis kemanusiaan ini. Do’a jangan sampai terhenti, bantuan harus tetap bersama kita ikhtiarkan. NAKBA akan menjadi harapan dan semangat baru atas berdiri tegaknya Rasa Kemanusiaan yang selama ini dunia sembunyikan.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

ABADI MENJALANKAN MISI KEMANUSIAAN KE YORDANIA

ABADI MENJALANKAN MISI KEMANUSIAAN KE YORDANIA

Yayasan Amal Bakti Dunia Islam kembali menjalankan Misi Kemanusiaan yakni penyaluran kepada pengungsi Palestina tepatnya di Yordania. Misi kemanusiaan ini dilakukan selama 9 hari tepatnya pada tanggal 19-27 Januari 2025. Misi ini berhasil menjangkau 3.600 orang Penerima Manfaat dengan titik lokasi distribusi bantuan di beberapa kamp diantaranya: Kamp Gaza, Kamp Irbid, Kamp Wihdaat dan Kamp Jaufah.

Bantuan Food Basket Untuk Keluarga Terdampak

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, hot meal, pakaian musim dingin, bantuan medis untuk pasien kanker palestina senilai $4.500 dan bantuan gandum senilai $20.755 sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa mereka bisa bertahan melanjutkan hidup memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga palestina.

Selama proses penyaluran berlangsung, terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan tim ABADI di lapangan salah satunya ialah mendongeng sekaligus makan bersama dengan 100 anak-anak Palestina “Alhamdulillah setiba kami di Yordania, kami menyaksikan senyum indah saudara-saudara kita di Palestina. Suara tawa anak-anak palestina menyambut kami dengan riang” ungkap Direktur ABADI yang ikut serta dalam misi kemanusiaan ini.

Dongeng dan Makan Bersama 100 Anak Palestina

Selain penyaluran bantuan tim ABADI juga melakukan kunjungan strategis ke beberapa Lembaga Kemanusiaan yakni diantaranya: UNRWA (United Nations Relief and Works Agency) yang merupakan Lembaga Kemanusiaan di bawah naungan PBB yang bergerak memberikan bantuan dan perlindungan bagi para pengungsi Palestina yang terdaftar, JHCO (Jordan Hashemite Charity Organization) merupakan Lembaga Kemanusiaan yang berada di bawah naungan pemerintah yordania. Selain itu tim ABADI juga melakukan kunjungan sekaligus pertemuan dengan Kedutaan Besar RI untuk Yordania & Palestina dalam rangka membahas koordinasi dan efektifitas dengan pendistribusian bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Amal Bakti Dunia Islam akan terus berkomitmen untuk membantu saudara Palestina kita yang berada di berbagai lokasi pengungsian. Sahabat ABADI, kini saudara kita di Palestina sedang mengalami kondisi yang berat bukan hanya sekadar tantangan fisik, tetapi juga ujian ketahanan dalam menghadapi kondisi yang sulit. Melalui dukungan darimu, program kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Mari bersama rapatkan barisan, bahu membahu untuk menebar kebermanfaatan yang lebih luas dengan misi berkelanjutan. Jangan pernah hanya menjadi penonton dalam menyaksikan kebaikan, mari terus ikut terlibat menjadi agen kebaikan dengan sebaik-baiknya usaha kita.