MUSIM DINGIN MERENGGUT NYAWA – Melawan Dingin dengan Kepedulian

MUSIM DINGIN MERENGGUT NYAWA – Melawan Dingin dengan Kepedulian

Misi Kemanusiaan Amal ABADI

Kelaparan di Gaza masih saja menempati puncak krisis kemanusiaan di dunia. Berdasarkan pernyataan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tercatat lebih dari 55.000 keluarga terdampak Palestina yang harus menghadapi badai dan hujan tanpa henti. Tak terhitung jumlah tenda yang roboh dan tergenang air. Akibatkan puluhan ruang ramah anak terpaksa terhenti yang berimbas ke lebih dari 30.000 anak menderita haus dan dingin. Makanan semakin menipis, bayi-bayi dilaporkan meninggal karena tak cukup nutrisi dan susu sebagai penunjang masa pertumbuhannya. Anak-anak dikabarkan meninggal dunia karena kedinginan. Per 18 Desember 2025 lalu Kementrian Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 18 orang termasuk anak-anak telah dinyatakan meninggal akibat paparan gelombang musim dingin.  Angka ini berpotensi terus bertambah, duka akibat penyiksaan kini datang bersamaan dengan gelombang musim dingin yang juga mematikan.

Alhamdulillah kabar baiknya berkat kepedulian yang Sahabat ABADI berikan, Yayasan Amal ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Infant Kit (Susu & Diapers) & Warmth Kit (Selimut & Jaket Anak) ke Gaza. Penyaluran ini merupakan Winter Project atau Program Bantuan Musim Dingin  untuk keluarga terdampak Gaza yang telah konsisten ABADI kirimkan setiap tahunnya. Pada tahun ini Amal ABADI berhasil menjangkau beberapa titik kamp pengungsian di Gaza, diantaranya di wilayah Deir Al-Balah, Gaza Tengah & Khan Yunis, Selatan Jalur Gaza. Penyaluran ini dilakukan tepatnya pada tanggal 28-30 November 2025 lalu dengan jangkauan penerima manfaat sebanyak 1098 Penerima Manfaat. 

“Sahabat, bantuan musim dingin di wilayah Gaza masih jauh dari kata cukup, ribuan keluarga Palestina masih menderita” – Syeikh Hamza (Relawan Amal ABADI)

Rasa lapar dan dingin tak kunjung usai, tenda tempat berteduh sebelumnya kini harus tergenang air. Kemanakah saudara kita akan berteduh di tanah Gaza yang kini setiap sudutnya dipenuhi derita. Rasa lapar, haus, dingin dan sakit atas kehilangan semakin menyiksa. Lantas kini apa yang bisa kita lakukan? 

  1. Kirim kembali kebutuhan pangan menuju Gaza
  2. Kirim bantuan selimut dan pakaian hangat untuk mereka
  3. Kirim bantuan tenda baru sebagai pengganti tenda yang telah roboh dan tergenang air
  4. BUYCUT – BOYCOT produk yang terafiliasi Zi*nis

Sahabat, bukan seberapa besar yang kita berikan menjadi penentu nilai bantuan yang kita beri, melainkan seberapa konsisten kita untuk berada dijalan juang kemanusiaan inilah yang menjadi titik tumpu kita. Jika tidak bisa memberi, setidaknya jangan dukung produk pelaku genosida. Jika tak bisa memberi, setidaknya mari suarakan ke penjuru negeri bahwa Palestina masih didera derita.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

MESKI SEMPAT DI BOM, ABADI BERHASIL SALURKAN  BANTUAN TEPUNG!

MESKI SEMPAT DI BOM, ABADI BERHASIL SALURKAN BANTUAN TEPUNG!

Bantuan Tepung dari sahabat ABADI telah sampai…… 

Alhamdulillah pada bulan lalu tepatnya pada tanggal 22-25 Agustus 2025 ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan tepung yang menjangkau sekitar 1.718 penerima manfaat bekerja sama dengan mitra internasional yakni Rumah Palestina (Syeikh Asem). Titik distribusi yang disasar adalah di Jalur Gaza Utara-Pusat Kota Gaza, Palestina. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di daerah distribusi bantuan. Senyum merekah terlihat di wajah para saudara kita yang di Palestina, ucapan syukur dan terima kasih diucap tanpa henti.

Selama proses distribusi, tim lapangan kami sempat mengalami kendala yang cukup serius, dimana pada saat tahap distribusi yang kedua akan dilakukan pengeboman terjadi di wilayah tersebut, sehingga proses distribusi harus tertunda sementara. 

“There is a massive bombardment everywhere, and the starvation is getting worse. Those are big families with very difficult circumstances. So we gave them a big bag of flour.” – Syeikh Asem Anabih

“Ada pengeboman besar-besaran di mana-mana, dan kelaparan semakin parah. Mereka adalah keluarga besar dengan kondisi yang sangat sulit. Jadi kami memberikan mereka satu karung besar tepung” ungkap Syeikh Asem Anabih yang merupakan Tim Penyalur ABADI pada program ini.

Meskipun tim kami menghadapi masalah yang serius, Alhamdulillah setelah pengeboman usai, Distribusi Bantuan Tepung Tahap II yang sempat tertunda berhasil dilakukan. Sahabat lihatlah mereka harus bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan segenggam tepung untuk menyambung hidup.

Sahabat ABADI, terima kasih telah ikut berperan dan bergerak dalam Misi Kemanusiaan kali ini. Semoga apa yang telah sahabat berikan mendapat balasan terbaik dari Sang Pencipta. Sudah cukup kita hanya menjadi penonton, ini saatnya kita bersama bergerak menjadi salah satu Pejuang Al-Aqsa. Tidak melulu soal berapa nominal yang kita berikan, ini hanya perkara seberapa kita MAU dan MAMPU berikan. Yuk turut andil dalam Misi Kemanusiaan berikutnya! 

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Amalan Dzulhijjah untuk yang Belum Berkesempatan Berhaji

Amalan Dzulhijjah untuk yang Belum Berkesempatan Berhaji

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan ke-12 dalam kalender hijriyah yang dipenuhi dengan keberkahan, terutama di sepuluh hari pertamanya. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu itu lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)

Bagi yang belum memiliki kesempatam untuk menunaikan ibadah haji, bukan berarti kehilangan momen keutamaannya. Di bulan yang dimuliakan ini waktu yang tepat untuk memperbanyak amal untuk meraih ridho Allah SWT.

Adapun beberapa amalan istimewa di bulan Dzulhijjah yang bisa dilakukan khususnya bagi yang belum berhaji:

  1. Puasa di Hari-Hari Pertama Dzulhijjah

Berpuasa di bulan Dzulhijjah khususnya dari tanggal 1 sampai 9 sangat dianjurkan, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut sebagai hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan dating.” (HR. Muslim)

Pada bulan ini merupakan kesempatan luar biasa untuk mendapatkan pengampunan, bahkan tanpa harus berada di Padang Arafah.

  1. Perbanyak Dzikir dan Takbir

Selama bulan Dzulhijjah khususnya di sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah).

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Qs. Al-Hajj: 28)

  1. Sedekah dan Amal Sosial

Di bulan Dzulhijjah ini menjadi waktu yang sangat utama untuk berbagi. Bagi yang belum berhaji, sedekah adalah jalan alternative untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, contohnya dengan cara:

  • Memberi makan kepada yang membutuhkan
  • Berbagi kepada anak yatim
  • Menyantuni keluarga dhuafa
  • Berpartisipasi dalam program Qurban bersama
  1. Berqurban dengan Niat Tulus

Qurban adalah ibadah khas Dzulhijjah, Allah berfirman:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (Qs. Al-Kautsar: 2)

Meskipun belum bisa melaksanakan ibadah Haji, dengan berQurban bisa mendapatkan pahala yang agung. Hewan yang disembelih merupakan bukan hanya sekedar ritual namun bentuk ketaqwaan.

  1. Muhasabah Diri dan Taubat

Di bulan Dzulhijjah, setiap harinya adalah momen untuk memperbaiki diri. Di waktu ini sangat tepat untuk memohon ampunan, meninggalkan maksiat, dan menata ulang niat dan ibadah. Apabila hati menjadi symbol transformasi jiwa, maka dengan muhasabah diri juga dapat menjadi perantara sebagai “haji hati” dengan taubat sebenar-benarnya.

  1. Menjaga Shalat dan Membaca Al-Qur’an

Diantara amalan yang paling utama di bulan Dzulhijjah adalah menjaga shalat fardhu tepat waktu dan memperindah bacaan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An-Nisa: 103)

Adapun beberapa tips memperbaii shalat selama bulan Dzulhijjah:

  • Usahakan berjamaah di masjid bagi laki-laki
  • Jaga takbiratul ihram (mengikuti sejak awal shalat)
  • Perpanjang sujud dan rukuk dengan doa penuh harap
  • Tambahkan shalat sunnah rawatib dan shalat malam (tahajjud)

Sedangkan untuk Al-Qur’an dapat dijadikan kehidupan sehari-hari sebagai moment untuk mendekat dan berdialog dengan firman Allah SWT.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, makai a akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi)

  1. Menyebarkan Kebaikan dan Dakwah

Amalan tidak sellau berupa ibadah individual, diri pribadi juga bisa menjadi jalan hidayah bagi orang lain walaupun hanya hal yang sederhana. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, makai a mendapatkan pahala seperti pelakunya.” (HR. Muslim)

Adapun cara berdakwah di era digital:

  • Membagikan kutipan hadis atau ayat Al-Qur’an via WhatsApp/ Instagram Story
  • Menulis artikel atau blog islami
  • Membuat konten singkat edukatif di social media
  • Mengajak teman untuk ikut puasa arafah atau berqurban bareng

Berhaji dengan Hati_ meski kaki belum menapak di tanah suci, namun hati bisa berhaji melalui keikhlasan  amal. Jangan merasa kecil karena belum berhaji, karena Allah Maha Melihat segala usaha hamba-Nya.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Inspirasi Abadi, Kisah Nabi Ibrahim dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Inspirasi Abadi, Kisah Nabi Ibrahim dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan pilihan, kita sering dihadapkan pada dilema antara nilai spritual dan duniawi. Di sinilah kisah Nabi Ibrahim as hadir sebagai inspirasi abadi bukan sekedar cerita masa lalu, namun teladan hidup yang sangat relevan hingga hari ini.

Nabi Ibrahim as adalah contoh luar biasa dari keberanian berpikir dan kekuatan iman. Sejak muda, ia mempertanyakan kepercayaan kaumnya yang menyembah berhala. ia berkata:

“Mengapa kamu menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?” (Qs. Maryam: 42)

Keberanian ini menunjukkan pentingnya berpikir kritis dan tidak mengikuti arus secara membabi buta merupakan nilai yang sangat relevan di era digital saat ini, dimana informasi mudah tersebar yang tidak selalu benar. Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa mencari kebenaran dengan akal dan hati adalah bentuk keimanan yang sejati.

Puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim as datang ketika Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismailas. Sikap yang ditunjukkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as sangat luar biasa. Hal ini digambarkan dalam Al-Qur’an:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata, ‘wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu’ Ia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu’, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (Qs. As-Safat: 102).

Inilah teladan tentang keihklasan, ketundukan, dan kepercayaan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern, ini bukan hanya tentang pengorbanan anak namun ini adalah tentang pengorbanan ego, ambisi, atau kenyamanan demi sesuatu yang lebih bermakna yakni sebuah kejujuran, kebaikan, atau pengabdian.

Kisah ini bukan hanya dikenang setiap Dzulhijjah dalam ibadah haji atau kurban, namun juga menjadi simbol pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. Allah pun memuji ketaatan Nabi Ibrahim as:

“Dan (ingatlah) ketikan Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu ia melaksanakannya, Allah berfirman, Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. (Qs. Al-Baqarah: 124).

Relevansi dalam Kehidupan Modern

Kisah Nabi Ibrahim as memberi kita kekuatan moral di zaman penuh kompromi, Saat harus memilih antara integritas atau popularitas, antara prinsip dan keuntungan pribadi, kita bisa melihat kembali Kisah Nabi Ibrahim as yang mengajarkan bahwa keimanan itu bukan sekedar keyakinan dalam hati, namun tindakan nyata yang terkadang berat namun selalu bermakna.

Ditengah dunia yang serba instan, kisah ini mengingatkan kita untuk sabar dalam setiap proses, teguh dalam setiap prinsip, dan tulus dalam setiap pengorbanan.

Barakallahufiikum…

77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

77 TAHUN PALESTINA MENDERITA, LANTAS KEMANA PERGI NURANI DUNIA?!

Sahabat, tahukah kamu tepat pada tgl 15 Mei 1948 adalah pengingat kembali atas luka mendalam warga Palestina yang disebut sebagai NAKBA. Nakba dikenal sebagai Malapetaka Palestina, adalah penghancuran masyarakat dan tanah air Palestina. Tepat pada hari ini 15 Mei 2025 sudah 77 tahun Palestina dipaksa meninggalkan tanah airnya sendiri, disiksa habis-habisan tanpa ampun, akses makanan yang semakin dipersulit bahkan akses medis dihancurkan hingga rata. Data wilayah Palestina secara resmi seluas sekitar 6.020 km², terdiri dari Tepi Barat (±5.655 km²) dan Jalur Gaza (±365 km²). Pada 1995, Palestina menguasai sekitar 2.627 km² (44%) wilayah ini, meliputi Area A dan B di Tepi Barat serta seluruh Gaza. Namun pada 2025, penguasaan efektif Palestina menurun menjadi sekitar 2.372 km² (39%) karena Israel mengontrol sekitar 60% Tepi Barat (Area C, ±3.393 km²) dan lebih dari 70% Gaza (±255 km²) menjadi zona terlarang akibat blokade dan konflik. Dengan demikian, meski klaim wilayah tetap sama, kendali faktual Palestina menyusut signifikan (sumber: Wikipedia West Bank, Gaza Strip, dan laporan politik terbaru).

Tepat pada tgl 15 Mei 1948 lalu ada sebuah Negara yang indah nan syahdu dikenal dengan kedamaian serta air yang berlimpah, namun sayang lebih dari 700.000 rakyatnya diusir tanpa ampun dari tanahnya sendiri. Rumah-rumah mereka perlahan diakuisisi, tanah-tanah mereka semakin terhimpit hingga orang-orangya kini tertatih-tatih tanpa atap dan makananan. Sahabat, 77 tahun Palestina terusir dari tanah sendiri, 77 tahun Palestina menderita, 77 tahun Palestina menanggung beban KEHILANGAN, KESEDIHAN dan KESENGSARAAN atas PENYIKSAAN yang telah mereka alami.

Sahabat pesan ini bukan hanya sekedar tulisan, ini adalah peringatan atas bungkamnya dunia terhadap pembantaian yang telah puluhan tahun terjadi. Sampai pada hari ini pembantaian itu terjadi setiap detiknya. Pembantaian ini terus terjadi hingga memuncak kembali pada 7 Oktober 2023, kita bersama menolak lupa bahwa ini bukan sekedar penyerangan biasa melainkan pembantaian dan dunia menjadi saksi atas krisis kemanusiaan yang terjadi. Hingga saat ini berdasarkan Laporan Kementrian di Gaza tercatat sudah lebih dari 52.908 orang meninggal dunia dan 119.721 lainnya luka-luka dengan sebagian korbannya didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Tidak cukup sampai disana, semakin hari kondisi Palestina semakin menyayat hati, bagaimana tidak jumlah korban terus bertambah di sisi lain akses medis, air dan makanan terus saja dihancurkan. Jumlah rumah sakit, sekolah hingga sumur dan jaringan air sudah tidak terhitung lagi kerusakannya.

Lantas sahabat sampai kapan kita hanya akan menjadi penonton atas krisis kemanusiaan yang terjadi, Pembantaian ini dilakukan di tanah mereka sendiri. Mari terus bersama berdiri tegak bahu membahu atas penghapusan krisis kemanusiaan ini. Do’a jangan sampai terhenti, bantuan harus tetap bersama kita ikhtiarkan. NAKBA akan menjadi harapan dan semangat baru atas berdiri tegaknya Rasa Kemanusiaan yang selama ini dunia sembunyikan.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406 / 087743047875

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

3 Keutamaan Sedekah Bangun Masjid di Palestina

3 Keutamaan Sedekah Bangun Masjid di Palestina

Bersedekah untuk pembangunan masjid mempunyai banyak keutamaan, apalagi jika masjid di tanah para nabi, Palestina.

Infoabadi.org – Sebuah Hadis populer menyebutkan keutamaan membangun masjid:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah No. 738)

Hadis di atas menjadi motivasi bagi umat Islam untuk berbondong-bondong memuliakan masjid dengan membantu pembangunannya.

Para Ulama menafsirkan Hadis tersebut sebagai; barang siapa yang membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, atau bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur, maka Allah akan membangunkan rumah di surga untuknya.

3 Keutamaan Sedekah Bangun Masjid di Palestina - infoabadi.org
Serangan penjajah menghancurkan salah satu masjid di Gaza. (Sumber: Okezone)

Ganjaran bagi orang yang membangun masjid begitu istimewa. Lalu bagaimana apabila kita membangun masjid di tanah para nabi, Palestina ? Insya Allah kita akan meraih ganjaran dan keberkahan berkali-kali lipat jumlahnya, seperti:

Memudahkan Ibadah Umat Muslim di Gaza

Dari Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat”

Membentuk Generasi Penghafal Quran

Bukan hanya menjadi tempat solat, masjid-masjid di Gaza juga menjadi tempat bermajelis ilmu dan pusat dauroh tahfiz Al- Quran.

“Barang siapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi no. 807)

Begitu juga dengan seorang yang bersedekah untuk mendukung para penghafal Al-Quran. Dalam setiap ayat yang dibacakan dan dihafalkan para Hafiz, mengalir pula pahala untuk yang bersedekah kepadanya.

Pahala Tidak Terputus

Dalam sebuah hadis yang tentu sudah sering kita dengar, pahala mewakafkan harta kita di jalan Allah tak akan terputus meski kita sudah tak di dunia.

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina

Masyarakat Indonesia patut berbangga dengan adanya ikhtiar pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Khan Yunis, Gaza, Palestina.

Pembangunan yang mulai dibangun pada tahun 2019 tersebut menjadi ladang jariyah bagi segenap bangsa. Sejumlah lembaga kemanusiaan berbondong-bondong menggalakkan dukungan untuk pembangunan masjid ini.

Dengan izin Allah, Masjid Istiqlal Indonesia direncanakan akan diresmikan pada  17 Agustus 2021. Mohon doa dan dukungan dari Sahabat semua agar cita-cita tersebut bisa terwujud. (history/abadi)

Rekening donasi untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia:

Bank Syariah Mandiri
(451) 711 7976 337
a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Mohon konfirmasi donasi melalui Call Center: 0878 6455 6406

Kondisi Anak Palestina di Tahanan Israel

Kondisi Anak Palestina di Tahanan Israel

Anak-anak Palestina yang berada di tahanan Israel tidaklah dalam kondisi yang baik-baik saja. 

 

Infoabadi.org — Anak-anak tahanan Palestina yang ditangkap prajurit Israel harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan proses pengadilan yang bertele-tele. Dan selama proses hukum ini belum selesai, anak-anak Palestina harus mendekam di ruang tahanan Israel dan menghadapi berbagai pelanggaran kemanusiaan di dalam tempat tersebut. Bagaimana kondisi anak-anak Palestina selama berada di tahanan Israel? Yuk simak informasi selengkapnya dari Amal Bakti Dunia Islam, lembaga donasi Palestina terpercaya berikut ini.

 

Anak Tahanan Palestina Jadi Pelanggaran Kemanusiaan Yang Sistematis

 

Israel merupakan satu-satunya negara di dunia yang menerapkan hukum militer terhadap anak-anak. Anak-anak Palestina yang ditahan diperlakukan dengan kasar dan tidak dipenuhi hak asasinya. Setiap tahunnya, sekitar 500-700 anak menjalani proses ini, dan yang termuda yang pernah menjalaninya tercatat berusia 12 tahun. 

Tahanan Anak Palestina - 02 - www.infoabadi.org - Amal Bakti Dunia Islam
(Ket. Ratusan anak-anak Palestina mendekam di tahan Israel. Dok.Iqna)

 

Menurut laporan UNICEF, perlakukan buruk yang dialami anak-anak Palestina di tahanan Israel adalah pelanggaran yang telah meluas, sistematis, dan dilembagakan selama proses berlangsung. 

 

Tindakan tersebut nyatanya berlandaskan pada aturan Israel mengenai Administration Detention (AD) yang diberlakukan kepada seluruh penduduk Palestina. 

 

Berdasarkan ketentuan ini, militer Israel boleh menahan seseorang tanpa tuduhan yang jelas atau tanpa proses pengadilan berdasarkan “bukti rahasia” yang tak ditunjukkan kepada tahanan maupun pengacara mereka.

 

Menurut Israel, tahanan dalam kategori ini merupakan ancaman terhadap keamanan nasional sehingga kasus mereka bisa digolongkan rahasia.

 

Perjuangan Anak-anak Palestina di dalam Tahanan Israel

 

Berikut ini beberapa kondisi yang harus dihadapi anak-anak Palestina selama berada di tahanan Israel:

 

  • Menjalani proses interogasi yang penuh kekerasan verbal dan fisik
Tahanan Anak Palestina - 03 - www.infoabadi.org
(Ket. Ilustrasi kekerasan yang dialami anak-anak Palestina selama berlangsungnya proses interogasi. Dok. DCI Palestine)

Beberapa kekerasan yang dialami anak-anak Palestina selama berlangsungnya interogasi yaitu diikat atau diborgol kaki dan tangannya, ditutup matanya, dibuat ketakutan dan kurang tidur, serta mendapatkan ancaman dan pelecehan verbal.

 

Selain itu hukum militer Israel tidak memberikan hak atas penasihat hukum selama interogasi padahal menurut Konvensi PBB untuk Perlindungan Anak, anak-anak hanya boleh ditahan sebagai sebuah langkah terakhir. Apabila ditahan, mereka tidak boleh diborgol dan harus segera didampingi oleh pengacara serta penerjemah. Mereka juga harus diperlakukan dengan hormat.

 

  • Dipaksa untuk mengaku salah dan menandatangi dokumen pengakuan yang ditulis dalam bahasa Ibrani

 

Selain kekerasan, anak-anak Palestina juga mengalami pemaksaan selama berlangsungnya interogasi. Mereka dipaksa untuk mengakui kesalahan yang tidak mereka perbuat. Bila tidak patuh, kekerasan demi kekerasan akan menghampiri mereka hingga mereka mengakui apa yang dituduhkan kepadanya.

 

Anak-anak tersebut lalu dipaksa untuk menandatangani dokumen dalam bahasa Ibrani yang tidak mereka pahami. Nantinya dokumen ini akan digunakan sebagai pelengkap tuduhan di pengadilan dan berdampak pada semakin beratnya hukuman yang akan diterima oleh anak-anak Palestina.

 

Simak juga informasi lainnya seputar kesempatan untuk menjadi bagian dari Keluarga Palestina di sini!

https://infoabadi.org/2020/10/kita-semua-bisa-jadi-keluarga-palestina/

 

  • Mendekam di Ruang Isolasi
Tahanan Anak Palestina - 04 - www.infoabadi.org - Amal Bakti Dunia Islam
(Ket. Ilustrasi ruang isolasi yang ditempati anak-anak Palestina. Dok. DCI Palestine)

 

Israel secara rutin menahan anak-anak Palestina di dalam ruang isolasi semata-mata untuk tujuan interogasi. Padahal praktik ini telah mengarah pada penyiksaan dan perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat anak-anak Palestina.

 

Selama 2 hari atau lebih, mereka dimasukkan ke dalam ruang sempit yang berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan psikologis anak-anak Palestina.

 

Kondisi ruangan isolasi biasanya memiliki ventilasi yang tidak memadai, pencahayaan 24 jam, tidak ada jendela, perlengkapan tempat tidur dan toilet yang tidak sehat, dan dinding ruangan yang dibuat tidak bersahabat dengan tonjolan yang tersebar di dinding tersebut. (miftah/infoabadi)

 

Sumber: DCI Palestine, Detik, Berita Satu.

5 Cara Mudah Jadi Orang Tua Asuh Yatim Palestina

5 Cara Mudah Jadi Orang Tua Asuh Yatim Palestina

Jadi orang tua asuh untuk yatim Palestina kini semakin mudah!

Infoabadi.org— Tumbuh di daerah yang diduduki penjajah tak memberi banyak harapan untuk anak-anak yatim Palestina. Selepas sang ayah tiada, mereka ambil alih tanggung jawab keluarga di usia belia. Kita bisa bantu ringankan beban mereka, dengan menjadi orang tua asuh dari jauh dan memberikan sedekah yatim terbaik untuk mereka. Simak informasi lengkap cara jadi orang tua asuh yatim Palestina, sajian Amal Bakti Dunia Islam lembaga donasi Palestina berikut ini.

 

Cara Jadi Orang Tua Asuh Yatim Palestina

ABADI-1-Cara Mudah Jadi Orang Tua Asuh Yatim Palestina-www.infoabadi.org(2)
(Menjadi orang tua asuh bagi yatim Al-Quds Palestina insya Allah semakin menambah berkah/dok. Amal Bakti Dunia Islam) 

Menjadi orang tua asuh untuk yatim Palestina, kini semakin mudah dengan mengikuti 5 langkah sebagai berikut ini:

 

1. Daftar melalui call center (0878 6455 6406)

2. Pilih program orang tua asuh yang akan diikuti

    a. Orang Tua Asuh Yatim Al-Quds Palestina

    b. Keluarga Pecinta Yatim Al-Quds Palestina

    c. Penyantun Yatim Al-Quds Palestina

3. Registrasi data diri Anda.

Meliputi pengisian data pribadi dan kesanggupan nominal donasi.
4. Langkah selanjutnya Anda dapat memilih anak asuh yang akan disantuni
5. Dapatkan laporan terkini penyaluran donasi Anda.

 

 

 

Pilih Program Jadi Orang Tua Asuh

 

  • Program Orang Tua Asuh Yatim Al-Quds Palestina

Melalui program ini, Anda dapat menjadi orang tua asuh dari jauh, bagi para anak-anak yatim di Al-Quds Palestina. Dengan bergabung menjadi orang tua asuh ini, Anda telah ikut membantu memberikan harapan masa depan yang lebih baik bagi yatim Al-Quds dan yatim Palestina lainnya. Sedekah yatim yang harus Anda keluarkan untuk mendukung program ini adalah Rp 850.000/bulan.

 

  • Keluarga Pecinta Yatim Al-Quds Palestina

Program ini bertujuan untuk menjalin hubungan persaudaraan dengan yatim Al-Quds Palestina melalui santunan, untuk membantu memenuhi kebutuhan harian yatim Palestina. Dengan bersedekah Rp1.000.000/bulan, maka Sahabat telah mendukung program ini.

 

  • Penyantun Yatim Al-Quds Palestina

Khusus untuk program ini, sedekah yatim yang dikeluarkan tidak mengenal kata minimum nominal. Berapapun yang Anda punya, akan begitu berharga untuk anak yatim Palestina raih masa depan yang lebih baik. Juga program ini tak mengenal batasan jumlah anak yang mendapat santunan.

 

Baca juga: Ini dia rincian program untuk bisa jadi keluarga Palestina

 

 

Kisah Sukses Program Yatim Palestina

ABADI-1-Cara Mudah Jadi Orang Tua Asuh Yatim Palestina-www.infoabadi.org(3)
(Berkat dukungan Anda. anak yatim Palestina berkesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih layak/dok. Amal Bakti Dunia Islam) 

Program orang tua asuh ini telah berjalan sejak tahun 2018 diinisiasi oleh Amal Bakti Dunia Islam. Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak yatim Palestina, khususnya yang berada di kota Al-Quds agar dapat meraih masa depan yang lebih baik, lewat bantuan donasi dari masyarakat Indonesia, salah satunya bersumber dari Anda.

 

Tak lupa untuk terus berinovasi, program orang tua asuh yatim Palestina kali ini direncanakan agar orang tua asuh dari Indonesia dapat meninjau secara langsung dari jauh perkembangan anak yatim asuhannya. Serta diupayakan agar dapat berkomunikasi secara langsung melalui berbagai platform media yang mendukung. (itari/infoabadi)

 

Sahabat dapat berperan aktif dalam program ini dengan klik di sini

 

atau dapat mengirimkan donasi terbaiknya melalu rekening:
Bank Syariah Mandiri (451) 711 7976 337
a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Informasi dan konfirmasi donasi: 0878 6455 6406

www.infoabadi.org

 

Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina?

Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina?

Bekerja paruh waktu sepulang sekolah menjadi salah satu keseharian anak-anak dan yatim Palestina.

infoabadi.org— Pada umumnya masa kanak-kanak akan menjadi masa yang menyenangkan. Aktivitas keseharian tak jauh dari sekolah dan bermain bersama teman dan keluarga. Namun, hal itu tak banyak berlaku untuk anak-anak dan yatim Palestina. Hidup di tengah penjajahan membuat mereka harus berjuang bertahan hidup setiap harinya. Lantas, bagaimana keseharian dilalui anak-anak dan yatim Palestina? Simak informasi selengkapnya dari Amal Bakti Dunia Islam, lembaga donasi Palestina terpercaya berikut ini.

Pagi Hari Menuju Sekolah

ABADI-1-Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina_-www.infoabadi.org(2)
(Walau penuh tantangan dalam mengenyam bangku sekolah, anak Palestina tak pantang menyerah/dok. UNICEF)

Sama halnya dengan anak-anak di negara lainnya, anak-anak Palestina memulai pagi hari dengan berangkat ke sekolah. Namun bedanya, anak-anak Palestina harus berjalan kaki menuju sekolah. Tak ada antar jemput yang dilakukan keluarga, apalagi bagi anak yatim Palestina yang kehilangan ayah-ibunya. Perjalanan menuju sekolah juga tak semata-mata mudah, anak-anak itu harus berjalan beberapa kilometer untuk sampai, dengan terlebih dahulu melewati pos penjaga tentara serta melalui permukiman yang tak selamanya bersahabat dengan mereka.

Sesampainya di sekolah, jangan bayangkan mendapati sekolah dengan bangunan megah, apalagi mewah. Karavan pun kerap disulap menjadi ruang belajar bagi anak-anak Palestina. Berdesakan, hingga ruang kelas digilir antar tingkatan kelas, juga kerap menjadi suatu hal yang lumrah.

Di wilayah Gaza, memerlukan 1.081 ruang kelas baru setidaknya untuk 5 tahun kedepan. 2/3 sekolah di Gaza memiliki jadwal yang dipergilirkan, untuk menutupi kekurangan sekolah dan ruang kelas. Penjajahan dan konflik yang kerap meledak sewaktu-waktu, juga telah berdampak pada hilangnya 2.247 ruang kelas di Yerusalem Timur, sedangkan banyak sekolah di Tepi Barat sudah tidak layak untuk digunakan (Data UNICEF, 2013).

Baca juga: Jejak Kebaikanmu untuk Yatim, Juga Berbekas di Indonesia

Sayangnya, Tak Semua Dapat Sekolah

ABADI-1-Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina_-www.infoabadi.org(3)
(Anak Palestina kerap mendapatkan kekerasan/dok. Middle East Eye)

Data dari UNICEF menyebutkan, jika hanya 95,4 % dari total anak-anak di Palestina yang mengenyam pendidikan dasar. Sementara anak-anak yang melanjutkan sekolah ke jenjang lanjutan, hanya berkisar 61% dari total keseluruhan anak-anak di Palestina.

Presentasi ini menunjukkan, jika tidak semua anak-anak di Palestina dapat mengenyam pendidikan hingga tuntas. Lebih jauh UNICEF menuturkan data, jika 1 dari 4 anak laki-laki berusia 15 tahun di Palestina terpaksa keluar dari sekolah.

Bekerja Paruh Waktu

ABADI-1-Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina_-www.infoabadi.org(4)
(Banyak anak-anak Palestina yang bekerja paruh waktu sepulang sekolah/dok. The New Arab)

Setelah melalui perjalanan pergi dan pulang sekolah yang cukup menguras tenaga, anak-anak Palestina tak lantas beristirahat di rumah. Segudang pekerjaan dan kewajiban mencari nafkah telah menunggu di depan mata. Bagi anak-anak yatim Palestina, mengambil pekerjaan sampingan dan mendapat upah harian tak seberapa adalah sebuah aktivitas harian.

Dilansir dari laman Human Right Watch, ratusan anak-anak Palestina bekerja di perkebunan milik Israel, di Lembah Yordania, Tepi Barat setiap harinya. $19 adalah upah terbesar yang dapat dibawa anak-anak Palestina setiap harinya. Resiko berbahaya juga dihadapi para buruh cilik ini, dari mulai peralatan kerja yang berbahaya, pestisida beracun, zat kimia, hingga panas matahari yang terik membakar kulit anak-anak ini.

Belajar Malam Ala Anak Palestina

ABADI-1-Apa Saja Aktivitas Keseharian Anak-anak Palestina_-www.infoabadi.org(5)
(Tak ada listrik, anak-anak Palestina belajar bersinar lilin/dok. World Bulletin)

Bagi anak-anak Palestina, kegiatan belajar di malam hari tak kalah menantang dibanding belajar di sekolah. Kondisi Palestina yang dilanda krisis listrik, telah membuat anak-anak Palestina tak selalu dapat belajar malam hari, akibatnya mengerjakan tugas sekolah tak selamanya mudah. Apalagi wilayah Gaza yang mengalami pemadaman lebih dari 12 jam dalam sehari, minimnya ketersediaan listrik kerap menjadi hambatan besar bagi anak-anak untuk belajar. (itari/infoabadi)

(Sumber: UNICEF, Human Right Watch, Al Jazeera)

Sahabat, perjuangan anak-anak Palestina dan yatim Palestina dalam menjalani aktivitas sehari-hari begitu menemui banyak tantangan. Penjajahan yang tak kunjung usai, telah berimbas pada seluruh aspek kehidupan, termasuk sekolah dan kehidupan anak-anak. Kendati demikian, rasa empati kita untuk mereka dapat diwujudkan dengan aksi menjadi orang tua asuh bagi para yatim Palestina, dengan memberikan sedekah yatim sebesar Rp 850.000,- untuk membantu memenuhi kebutuhan adik-adik kita di Palestina.

Sahabat dapat mendaftar menjadi orang tua asuh melalui narahubung kami (0878 6455 6406).

Atau dapat menyalurkan langsung sedekah yatim terbaiknya, melalui:

Bank Syariah Mandiri (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Terima kasih, Sahabat.

Insya Allah sedekah yatim yang kita berikan, akan memberikan secercah harapan bagi yatim Palestina

Bahagianya Lebaran Yatim Bersumber dari Sedekahmu

Bahagianya Lebaran Yatim Bersumber dari Sedekahmu

Amal Bakti Dunia Islam sukses menggelar santunan yatim perdana di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Palu-Sulawesi Tengah.

infoabadi.org— Keutamaan menyantuni anak yatim punya kedudukan yang istimewa. Titipan sedekah dari Sahabat untuk anak yatim telah disalurkan Amal Bakti Dunia Islam, dengan menggelar santunan anak yatim pertama di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Palu-Sulawesi Tengah. Simak kisah keseruan acara selengkapnya dari Amal Bakti Dunia Islam, lembaga donasi Palestina terpercaya.

Santunan Anak Yatim Perdana di Palolo

ABADI-1- Bahagianya Lebaran Yatim Bersumber dari Sedekahmu-www.infoabadi.org(2)- amal bakti dunia islam
(Kegiatan santunan yatim yang digelar di Palolo tetap berupaya menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker/dokumentasi: ABADI)

Alhamdulillah atas rahmat Allah Swt. dan dukungan penuh dari Sahabat serta penduduk sekitar Palolo, santunan anak yatim yang diselenggarakan dalam rangka tahun baru Islam, berjalan dengan lancar. Sebanyak 89 anak yatim merasakan bahagia yang tak terkira, atas kebaikan dan sedekah titipan dari Sahabat Abadi.

Kegiatan santunan yang diselenggarakan di Desa Bahagia, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ini merupakan salah satu agenda dari serangkaian dzikir akbar memperingati tahun baru Islam. Abadi bersinergi dengan organisasi wanita Al Khairaat Kecamatan Palolo, BKPRMI Palolo dan Pondok Pesantren Arroyan yang sekaligus menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan.

Masih ingat tentang qurbanmu tahun 1441 H? Kisahnya bahagianya masih terus ada

 

Bupati Sigi Beri Apresiasi

ABADI-1- Bahagianya Lebaran Yatim Bersumber dari Sedekahmu-www.infoabadi.org(3)
(Bupati Sigi yang turut hadir memberikan sambutan dan apresiasi terhadap berjalannya agenda/dokumentasi: ABADI)

Kegiatan santunan ini juga dihadiri oleh Bupati Sigi, Camat Palolo, Ketua MUI Palolo beserta kepala-kepala desa setempat, dan dihadiri oleh tokoh-tokoh masjid setempat. Bupati Sigi memberikan apresiasi yang tinggi atas berlangsungnya acara, sekaligus menyampaikan rasa terharu, karena kegiatan ini merupakan yang pertama kali selama beliau menjabat.

Melalui kegiatan yang digelar, pemerintah kabupaten Sigi merasa terbantu untuk mengetahui dan mengenai anak-anak yatim yang berada di daerahnya. Dalam akhir sambutannya, Bupati Sigi mengucapkan banyak terima kasih atas kepada relawan Amal Bakti Dunia Islam (ABADI), beserta donatur yang telah menitipkan sebagian hartanya untuk membantu anak-anak yatim, juga sekaligus menyampaikan harapan, agar kegiatan kebaikan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Masyarakat sekitar Palolo juga turut mengapresiasi kegiatan yang berlangsung dengan berinisiatif membawa sedekah untuk diserahkan secara langsung kepada anak-anak yatim yang berada di lokasi. (itari/infoabadi)

Terima kasih ya Sahabat, berkat dukunganmu yang tiada henti, telah membantu bahagiakan anak-anak yatim di Kecamatan Palolo.

Sahabat, mari terus luaskan kebaikan ini, agar tidak berhenti hanya di sini. Sahabat dapat mengirimkan sedekah terbaiknya melalui:

Call Center: 0878 6455 6406 (WA/SMS/CALL).

Donasi langsung juga dapat dilakukan melalui:
Bank Syariah Mandiri
(451) 711 7976 337
a.n Amal Bakti Dunia Islam

www.infoabadi.org