Qurban Abadi Jelajahi Negeri

Qurban Abadi Jelajahi Negeri

Qurban ABADI Jelajahi Negeri 2020 – hadir untuk menjangkau masyarakat pra-sejahtera di Indonesia serta penduduk terdampak konflik kemanusiaan di Palestina dan Suriah

20200619_ABADI_Qurban_Cover

Assalamualaikum wr.wb.

Sahabat Abadi, Idul Qurban bukanlah ibadah yang sekadar menghubungkan kita dengan Allah Swt., melainkan juga dengan sesama manusia.

Ibadah ini sarat akan nilai sosial yang bisa menguatkan persaudaraan, karena mengajak seluruh umat muslim untuk berbagi daging qurban kepada mereka yang membutuhkan

20200619_ABADI_Qurban_01

Idul Qurban tahun ini akan terasa berbeda karena dilaksanakan saat masa pandemi Covid-19. Wabah ini telah membuat banyak pekerjaan hilang, daya beli masyarakat berkurang, dan yang paling parah adalah adanya ancaman krisis pangan global.

Yang terkena dampak bukan hanya Indonesia, melainkan juga negeri yang dilanda konflik seperti Suriah dan Palestina.

Maka dari itu, momentum idul Qurban menjadi harapan terbesar bagi banyak masyarakat untuk bisa kembali mengonsumsi makanan layak dan bernutrisi tinggi seperti daging qurban.

 

Qurbanmu Abadi: Menyentuh Saudara Sebangsa, Menjangkau Negara Rawan Bencana

Tahun 2020. Qurban Abadi hadir untuk menjangkau masyarakat pra-sejahtera di Indonesia serta penduduk terdampak konflik kemanusiaan di Palestina dan Suriah

Qurban ABADI Jelajahi Negeri berupaya untuk mendistribusikan daging Qurban tepat kepada:

  • kelompok masyarakat golongan menengah ke bawah
  • keluarga dengan tingkat konsumsi daging yang rendah
  • saudara-saudara yang hidup dalam tekanan konflik kemanusiaan (Palestina dan Suriah)

 

Sejak 2018, Qurbanmu telah dirasakan manfaatnya oleh mereka

Pilih Hewan Qurban Anda

Sahabat, mari jemput keberkahan qurban yang lebih luas bersama Qurban Abadi Jelajahi Negeri. Salurkan kontribusi Qurban Anda dengan cara transfer melalui:

Bank Syariah Mandiri
7111 7976 337
a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Mohon konfirmasi setelah donasi melalui call center kami
WA/SMS/Call: 0878 6455 6406\

Kenali Diri Dan Tentukan Kemana Arah Tujuan Hidupmu

Kenali Diri Dan Tentukan Kemana Arah Tujuan Hidupmu

Mengenali diri dan tujuan kehidupan tentu sangat penting bagi setiap Muslim, agar hidup semakin terarah dalam menggapai Ridho-Nya.

Infoabadi.org— Kenali siapa sesungguhnya diri dan arah tujuan hidup kita selama di bumi ini dalam materi Kajian Sore Plus yang telah diselenggarakan pada 22 April 2020 di laman Amal Bakti Dunia Islam, lembaga penghimpun donasi kemanusiaan berikut ini.

 

Urgensi Mengenal ‘Siapa Diri Kita?’

Dalam Kajian Sore Plus edisi kali ini membahas mengenai “Siapakah Dirimu dan Kemana Arah Tujuanmu” materi ini dibahas tuntas oleh Ustaz Ahmad Mujahidin, S.Pd. yang merupakan Sekretaris umum ikatan Dai Indonesia wilayah Nusa Tenggara Barat. Ustaz Ahmad Mujahidin mengajak kita semua untuk mengenali siapa diri kita dan kemana arah tujuan kehidupan, yang dapat disimak dalam ayat Al Quran yang telah Allah Swt., seperti tertulis dalam Qs: Al-Araf: 172.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Qs: Al-Araf: 172)

Allah pernah bertanya kepada manusia

  ۖ بِرَبِّكُمْ أَلَسْتُ

 “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Kita semua menjawab

شَهِدْنَا بَلَىٰ قَالُوا

“Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.

Kemudian persaksian yang pernah dibuat oleh manusia itu di tagih oleh Allah Swt. selama hidup di dunia ini dalam bentuk kumandang adzan sholat 5 waktu. Sehingga, jika benar manusia itu mengenali dirinya, dan janji yang telah diucapkannya kepada Allah Swt. hendaknya ketika terdengar Allahu Akbar gema takbir dari adzan, semestinya itu tidak ada aktivitas lain selain bergegas memenuhi panggilannya. Karena Allah sudah menyatakan “Akulah Yang Maha Besar” sehingga pekerjaan yang lain itu begitu kecil dihadapan-Nya.

Sehingga ketika kita sudah memaknai kandungan ayat tadi, maka kita dapat mendefinisikan siapa diri kita? yakni sebagai hamba Allah Swt yang diberikan amanah oleh Allah setelah berada di muka bumi untuk menghamba hanya kepada-Nya.

 

Manusia-manusia Yang Merugi

Setelah menelisik kembali mengenai makna dan tujuan dalam kehidupan, selanjutnya Ustaz Ahmad menyampaikan mengenai kaitan yang begitu erat tujuan kehidupan di bumi dengan makna dalam surat Al-Asr ayat 1-3, yang akan menggambarkan banyaknya manusia yang akhirnya merugi.

وَالْعَصْرِۙ

خُسْرٍۙ لَفِيْ الْاِنْسَانَ اِنَّ

بِالصَّبْرِ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا الصّٰلِحٰتِ وَعَمِلُوااٰمَنُوْاالَّذِاِلَّا

 “Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

 (Qs: Al-Asr: 1-3)

Di dalam kandungan ayat Al Quran tersebut, Allah Swt ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa di dunia ini sudah banyak mahluk yang diberikan karunia dari Allah Swt. tapi di antara mereka hanya sedikit sekali yang mampu mensyukuri nikmat Allah Swt. tersebut, dan mereka itulah yang dikatakan sebagai orang-orang yang merugi. Juga mereka adalah orang-orang yang ketika Allah Swt telah memberikan peringatan kepada mereka, kemudian mereka lupa akan peringatan itu. Naudzubillah.

 

وَالْعَصْرِۙ

خُسْرٍۙ لَفِيْ الْاِنْسَانَ اِنَّ

Kandungan ayat ini juga menjelaskan bahwa Allah menyebutkan bahwa “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian”

Mari kita lihat dengan korelasinya dalam hiruk pikuk kegiatan manusia. Apakah banyak digunakan untuk mengingat Allah Swt, atau justru banyak dilakukan untuk hal-hal yang jauh dari mengingat Allah Swt? seperti ketika peristiwa menyeru panggilan adzan yang telah disebutkan di atas tadi. Tetapi ada juga orang-orang yang ketika adzan berkumandang segera menyambut panggilan itu dengan segera, dan itulah yang dikatakan dengan orang yang dikecualikan oleh Allah Swt. dalam Qs: Al-Asr ayat 3.

 

Orang-orang Yang Dikecualikan Allah Swt.

Dari sekian banyak manusia itu merugi, hanya sedikit yang beruntung mendapatkan surga, karena Surga itu mahal harganya. Sehingga harus didapatkan dengan usaha yang maksimal, tidak setengah-setengah, juga tidak diperuntukan bagi orang-orang yang lalai lagi merugi.

Seperti makna yang terkandung dalam Qs: Al-Asr ayat 3, bahwa ada orang-orang yang dikecualikan Allah Swt dari mendapat sifat merugi, yakni orang yang berilmu, orang yang beriman, orang yang beramal sholeh, dan orang yang senantiasa saling nasehat-menasehati dalam ketakwaan, dan saling nasehat-menasehati dalam kesabaran.

Surga ‘Adn Yang Dijanjikan.

Ustaz Ahmad juga memaparkan kandungan isi dari Qs: Ar-Rad: 23-24, yang artinya adalah sebagai berikut:

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Qs:Ar-Rad:23)

Allah Swt menjanjikan Surga ‘Adn kepada orang-orang sholeh diantara nenek moyang mereka kemudian istri-istri mereka, dan anak-anak mereka dalam satu surga. Sampai pada saat itu malaikat pun akan menutup pintu surga yang di dalamnya ada orang yang dulu mereka berkumpul karena Allah Swt, kemudian dengan izin Allah Swt mereka akan dikumpulkan lagi di dalam surga-Nya.

Kemudian malaikat mengucapkan salamnya kepada para penghuni Surga itu yang terkandung dalam Qs: Ar Rad:24, yang artinya adalah:

“(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Qs:Ar-Rad:24)

Malaikat mengungkapkan ucapan selamat kepada para penghuni Surga itu. “Selamat atas kalian yang telah berhasil mengumpulkan orang-orang yang terdahulu kalian cintai di antara kakek-nenek kalian, istri-istri kalian, anak-anak kalian, di dalam surga Allah Swt. itu semuanya bisa terjadi dikarenakan kesabaran kamu di dalam menjalani kehidupan ini.”

Ustaz Ahmad  juga menyampaikan pesnanya dalam menutup Kajian Sore Plus kali ini dengan mengajak marilah kita berupaya untuk menjadi orang-orang yang dikecualikan oleh Allah Swt. yaitu orang yang beriman, orang yang beramal sholeh, dan orang yang senantiasa bertaujih, nasihat-menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati di dalam kesabaran. Mudah-mudahan kita senantiasa menjadi orang-orang yang berada dalam aktivitas dakwah. Meskipun ada virus Corona dan sebagainya, tetapi insya Allah aktivitas dakwah tetap berjalan. Mudah-mudahan Allah kembali mengumpulkan kita semua dalam Surga-Nya Allah kelak. (itari/infoabadi)

Renungan Pemikiran Dr. Muhammad Iqbal Tentang Rintihan Umat Islam

Renungan Pemikiran Dr. Muhammad Iqbal Tentang Rintihan Umat Islam

Muhammad Iqbal, menyampaikan pemikiran melalui syair/Islami

Lewat syair-syair pemikiran Muhammad Iqbal, dapat menggugah hati umat Islam yang tengah “tertidur” pulas berabad-abad yang lalu

Infoabadi.org— Kajian Sore Plus hadir kembali untuk mengisi waktu-waktu sore Sahabat, kali ini mengkaji mengenai “Renungan Pemikiran Dr. Muhammad Iqbal Tentang Rintihan Umat Islam” yang diulas oleh KH. Sri Bintoro Hadiwidjoyo pada 20 April 2020 lalu. Simak informasi selengkapnya yang telah disajikan Amal Bakti Dunia Islam, lembaga penghimpun donasi kemanusiaan berikut ini.

 

Muhammad Iqbal Penggugah Umat Islam Lewat Syair

Dalam Kajian Sore Plus (KaSeP) KH. Sri Bintoro Hadiwidjoyo yang merupakan seorang pakar sejarah dunia Islam, pakar kristologi dan tokoh pendidikan di Nusa Tenggara Barat ini menjelaskan bahwa Muhammad Iqbal adalah seorang tokoh kebangkitan Islam, khususnya di wilayah India dan Pakistan (yang kala itu belum memisahkan diri).

Patut untuk diketahui bersama bahwa Muhammad Iqbal yang hidup pada 1873-1938 telah memperlajari sajak-sajak Persia belia, kebiasaan yang melekat itu membuatnya menjadikan sajak atau puisinya sebagai jalan untuk menyuarakan pemikiran. Dibangunkannya umat Islam yang pada saat itu sedang ‘tertidur lelap’ lewat sajak-sajak pemikiran yang disampaikan Muhammad Iqbal, yang kemudian menjadi penyambung lidah bagi generasinya.

 

Sajak Shikwa Wal Jawabi Shikwa

Sri Bintoro yang juga merupakan pengurus Dewan Dakwah Indonesia menjelaskna bahwa beragam sajak telah dihasilkan oleh Iqbal, dengan salah satu yang masyhur adalah sajak yang berjudul Shikwa Wal Jawabi Shikwa. Iqbal mengingatkan kaum muslimin tentang masa lalu kejayaan Islam, seraya mengeluh mengenai bala bencana yang terjadi pada masanya, lalu dinyalakannya dalam kalbu umat Islam api harapan demi masa depan yang gemilang.

Sajak yang berjudul Shikwa Wal Jawabi Shikwa memiliki makna yang dalam tentang pengaduan umat Islam kepada Tuhannya (Allah Swt) yang kemudian dijawab lewat karya sastra selanjutnya tentang jawaban Tuhan atas keluhan hamba-hamba-Nya itu.

 

  • Shikwa

 

Shikwa memiliki arti pengaduan kepada Allah Swt. bagian pertama dalam sajak shikwa menjelaskan pengaduan umat islam terhadap Tuhan yang dirasa berat sebelah kepada umat non-muslim, di mana mereka mendapatkan banyak kemudahan dibandingkan dengan umat Islam yang pada saat itu khususnya di India tengah berada di bawah pendudukan Inggris.

 

Shikwa melukiskan perasaan sebal dan kesal umat muslimin yang bertumpuk-tumpuk dalam pikiran mereka, menjauhkan diri dari sikap intropeksi diri, mengutuki nasib dan penyakit yang seolah-olah telah menjadi takdir mereka.

Dalam puisi karya Muhammad Iqbal ini, menggambarkan kelemahan umat Islam sebagai pihak yang kalah, dipecundangi, dipermalukan, bahkan terjadi penghinaan terhadap umat Islam pun tidak ada yang membela. Umat seolah-olah berkata “Ya Allah Swt. kenapa Eengkau tidak berpihak kepada kami? Justru Engkau berpihak kepada umat yang selain kami.”

 

 

  • Jawabi Shikwa

 

Iqbal kemudian menjawab pengaduan umat muslimin dalam sajak Jawabi shikwa. Jawabi Shikwa artinya jawaban Allah Swt. atas pengaduan yang disampaikan oleh umat Islam. Iqbal menunjukan bahwa tempat yang sakit itu ada pada urat nadi umat Islam. Diceritakannya kepada kaum muslimin bahwa bukanlah Tuhan yang tidak adil kepada mereka. Tetapi mereka sendiri sebagai umat Islam bersikap tidak adil dan jujur terhadap dirinya.

 

Ditunjukan oleh Iqbal bahwa sikap fatalis umat muslimin ialah menipu diri sendiri, ialah semacam tabir untuk menyelubungi kekurangan diri sendiri. Diperingatkan oleh Iqbal, jalan keluar permasalahan adalah kembali kepada warisan yang nyata yaitu adalah Al Quran. Dengan sinar yang tak kunjung padam dari Al-Quran yang akan menjadi petunjuk terhadap persoalan-persoalan umat Islam.

Sepenggal sajak dalam jawabi shikwa diantaranya adalah sebagai berikut:

 

“Telah kami hamparkan tikar. Tapi siapakah yang telah datang bertanya?

Telah kami bentangkan jalan kemuliaan, tetapi siapa yang telah bersiap melaluinya?

Sungguh cahaya telah kami pancarkan dari fitrah, tetapi permata tidak menyambut sari cahaya dari-Nya. Seakan-akan sejumput tanah ini tidak akan terjadi dari tanah insaniah yang pertama ditempa. Benarkah kamu telah bersedia di zaman baru? Menjadi abid Allah Swt., tentara Muhammad?”

 

Pesan Muhammad Iqbal Untuk Pemuda

  1. Sri Bintoro menyampaikan bahwa dalam sajaknya, Muhammad Iqbal juga memberikan pesan untuk pemuda sebagai generasi yang akan melanjutkan perjuangan, salah satu pesannya yang tersirat adalah sebagai berikut:

“Aku harapkan pemuda inilah yang sanggup menjalankan zaman yang baru, memperbaharui kekuatan iman, menjalankan perintah hidayat, menjalankan ajaran khatimul anbiya, menancapkan di tengah medan, pokok ajaran Ibrahim”

Muhammad Iqbal tidak hanya menjadi pemikir Islam dan membangkitkan semangat umat Islam yang tengah tertidur pada saat itu, tetapi pemikiran-pemikiran Muhammad Iqbal ini yang kemudian menjadi sebuah kekayaan khazanal intelektual yang dimiliki oleh umat Islam. Semoga kita semua sebagai penerus perjuangan para pendahulu dapat mengambil peran dan mengampu amanah dengan sebaik-baiknya pada masa ini dan masa yang akan datang. (itari/infoabadi)