ABADI MENJALANKAN MISI KEMANUSIAAN KE YORDANIA

ABADI MENJALANKAN MISI KEMANUSIAAN KE YORDANIA

Yayasan Amal Bakti Dunia Islam kembali menjalankan Misi Kemanusiaan yakni penyaluran kepada pengungsi Palestina tepatnya di Yordania. Misi kemanusiaan ini dilakukan selama 9 hari tepatnya pada tanggal 19-27 Januari 2025. Misi ini berhasil menjangkau 3.600 orang Penerima Manfaat dengan titik lokasi distribusi bantuan di beberapa kamp diantaranya: Kamp Gaza, Kamp Irbid, Kamp Wihdaat dan Kamp Jaufah.

Bantuan Food Basket Untuk Keluarga Terdampak

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, hot meal, pakaian musim dingin, bantuan medis untuk pasien kanker palestina senilai $4.500 dan bantuan gandum senilai $20.755 sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa mereka bisa bertahan melanjutkan hidup memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga palestina.

Selama proses penyaluran berlangsung, terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan tim ABADI di lapangan salah satunya ialah mendongeng sekaligus makan bersama dengan 100 anak-anak Palestina “Alhamdulillah setiba kami di Yordania, kami menyaksikan senyum indah saudara-saudara kita di Palestina. Suara tawa anak-anak palestina menyambut kami dengan riang” ungkap Direktur ABADI yang ikut serta dalam misi kemanusiaan ini.

Dongeng dan Makan Bersama 100 Anak Palestina

Selain penyaluran bantuan tim ABADI juga melakukan kunjungan strategis ke beberapa Lembaga Kemanusiaan yakni diantaranya: UNRWA (United Nations Relief and Works Agency) yang merupakan Lembaga Kemanusiaan di bawah naungan PBB yang bergerak memberikan bantuan dan perlindungan bagi para pengungsi Palestina yang terdaftar, JHCO (Jordan Hashemite Charity Organization) merupakan Lembaga Kemanusiaan yang berada di bawah naungan pemerintah yordania. Selain itu tim ABADI juga melakukan kunjungan sekaligus pertemuan dengan Kedutaan Besar RI untuk Yordania & Palestina dalam rangka membahas koordinasi dan efektifitas dengan pendistribusian bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Amal Bakti Dunia Islam akan terus berkomitmen untuk membantu saudara Palestina kita yang berada di berbagai lokasi pengungsian. Sahabat ABADI, kini saudara kita di Palestina sedang mengalami kondisi yang berat bukan hanya sekadar tantangan fisik, tetapi juga ujian ketahanan dalam menghadapi kondisi yang sulit. Melalui dukungan darimu, program kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Mari bersama rapatkan barisan, bahu membahu untuk menebar kebermanfaatan yang lebih luas dengan misi berkelanjutan. Jangan pernah hanya menjadi penonton dalam menyaksikan kebaikan, mari terus ikut terlibat menjadi agen kebaikan dengan sebaik-baiknya usaha kita.

3 Fakta Menarik Tentang Orang Palestina: Menyenangkan!

3 Fakta Menarik Tentang Orang Palestina: Menyenangkan!

infoabadi.org— Banyak hal yang sangat menarik ketika berbicara mengenai Palestina. Tidak hanya soal Al Quds dan tanahnya yang diberkahi, juga tidak selalu tentang donasi kemanusiaan. Tetapi lebih jauh dari itu, ternyata orang-orang Palestina sangat menyenangkan.

Berikut ini lembaga donasi kemanusiaan Palestina, Abadi sajikan informasi 3 fakta menarik tentang orang Palestina: Menyenangkan!

Orang Palestina Itu Ramah dan Terbuka

(Keterangan: Potret bahagia anak-anak Palestina/foto: al-fanarmedia)

Hidup dalam kondisi yang terjajah tak serta merta mengubah karakter orang-orang Palestina menjadi tidak baik. Pada umumnya masyarakat Palestina cenderung terbuka dan ramah dengan orang baru. Mereka menghargai setiap perbedaan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap orang yang berkunjung ke sana. Orang Palestina mengapresiasi orang baru yang pertama kali mengenal mengenai seluk beluk dan budaya Palestina saat berkunjung.

Menjaga Norma dan Adab Dalam Berinteraksi

(Keterangan: Sajian kopi khas Gaza/foto: middle east eye)

Saat bertemu dengan orang Palestina, tentunya tidak aneh bila mereka langsung mengucapkan salam. Selain ungkapan salam itu berarti sebuah kebaikan, bagi orang Palestina mengartikan ucapan salam adalah sebagai bentuk ketulusan dalam menanggapi orang yang menjadi lawan bicaranya. Lebih jauh daripada itu, bagi orang Palestina tidak lengkap rasanya jika tidak menutup pembicaraan dengan ungkapan ‘shokran‘ yang berarti terima kasih dan salam perpisahan.

Orang Palestina akan sangat hormat terhadap lawan bicaranya, seperti halnya ketika saling menyapa, tentu orang Palestina akan memposisikan diri sebaik mungkin di mata lawan bicaranya. Sedangkan dalam menyapa lawan jenis, orang Palestina akan menjaga untuk tidak berjabat tangan, sebagai gantinya mereka akan meletakkan tangan kanan mereka di dada saat menyapa lawan jenis.

Bahkan bagi tamu yang berkunjung dan sempat untuk makan siang bersama di rumah, sang pemilik rumah akan menyajikan kopi yang biasa disebut dengan “kopi selamat tinggal”

Optimis dan Penuh Semangat

Orang Palestina memiliki rasa optimis yang begitu kuat, serta semangat menatap masa depan yang lebih baik. Mereka selalu bersemangat untuk berbagi cerita tentang tantangan yang di hadapi dan bagaimana mereka merintis jalan perjuangan selama ini. Mereka memiliki prinsip yang tetap teguh melawan kezaliman yang telah merenggut hak dan tanah kelahirannya.

Sahabat Abadi sekalian, itulah beberapa fakta menarik tentang sisi lain dari orang-orang Palestina. Meskipun berada dalam situasi yang kerap begitu mencekam akibat perang yang berkecambuk, namun hal tersebut tidak lantas menjadikan mereka menjadi pribadi-pribadi yang kasar dan kehilangan adab dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Mari terus mendukung perjuangan saudara-saudara kita di sana, dengan ikut menyebarkan kabar berita terbaru dan terpercaya sampai dunia tidak bisa lagi menutup mata.

(itari/infoabadi)

(Sumber: International Global Affair Canada)