RAMADHAN 1446 H ABADI KEMBALI SAMBANGI PALESTINA

RAMADHAN 1446 H ABADI KEMBALI SAMBANGI PALESTINA

“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” 

(HR. At-Thabrani No. 5787.)

Alhamdulillah pada Ramadhan 1466 H tahun ini ABADI kembali berhasil menyalurkan bantuan Ifthar atau berbuka puasa ke Palestina. Konsistensi ABADI dalam menjalankan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mengambil peran saling bahu membahu untuk Palestina terus dijalankan. Penyaluran kali ini Amal Bakti Dunia Islam menjalankan projectnya bekerja sama dengan salah satu mitra nya yakni Friends of Palestine. Berkat bantuan dan do’a yang telah diberikan oleh sahabat ABADI sekalian Misi Kemanusiaan kali ini kembali berhasil, bantuan kita berhasil sampai dan disalurkan langsung di Gaza Palestina meskipun dengan berbagai rintangan yang dihadapi.

Penyaluran program ifthar tahun ini dilakukan di satu titik lokasi tepatnya di Lingkungan Al-Tuffah (kamp pengungsi Al-Tuffah) dan pusat zakat, Gaza Utara. Bantuan yang telah sahabat berikan kini telah menjadi 2.500 paket hidangan berbuka puasa, paket berbuka yang disalurkan berupa nasi dan daging domba. Paket berbuka yang sahabat berikan tidak hanya menjadi pengganjal perut tapi juga semangat baru bagi mereka untuk menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, Alhamdulillah setidaknya hari ini saudara kita di Palestina bisa berbuka. Bantuan yang sahabat berikan adalah bentuk cinta bagi saudara kita yang telah sangat lama didera rasa haus, lapar dan sakit yang tak tertahan. Paket berbuka kali ini Alhamdulillah menjadi penambah gizi dan tenaga untuk saudara kita di Palestina bertahan.

Sahabat, Alhamdulillah berkat bantuan dan sedekah yang telah diberikan kini setidaknya terdapat 2.500 keluarga terdampak palestina telah terbantu. Terima Kasih yang amat dalam disampaikan oleh seluruh keluarga palestina kepada OrangBaik yang telah selalu merangkul Palestina yang berada di tengah krisis kemanusiaan. Mereka juga turut mendoakan semoga apa yang telah sahabat berikan dibalas oleh Sang Maha Pencipta dengan sebaik-baiknya balasan. Sahabat mari bersama untuk terus berkomitmen memberikan bantuan terbaik untuk saudara kita di Palestina. Sahabat, Harapan Palestina adalah Harapan kita bersama. Jangan biarkan saudara kita sendirian melawan rasa sakit, haus  dan lapar lagi.

Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

Jl. Panji Tilar Negara No.150A, Tanjung Karang Kota, Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115. Call Center: 087864556406

Legalitas Yayasan

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0019124.AH.01.12. Tahun 2023

BSI: (451) 711 7976 337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Bank NTB Syariah: (128) 504 02 03644 27 5

a.n. Yayasan Amal Bakti Dunia Islam

5 dari 10 Bayi Gaza Wafat Setiap Bulannya Akibat Krisis Alat Medis

5 dari 10 Bayi Gaza Wafat Setiap Bulannya Akibat Krisis Alat Medis

Palestina–Kemalangan seolah tak henti mendera anak-anak Gaza, Palestina. Ketua bidang perawatan bayi di Al-Shifa Medical Complex, Dr. Nashir Bulbul mengungkapkan 5 dari 10 bayi yang lahir, wafat setiap bulanya akibat minimnya obat-obatan yang tersedia.

Blokade Israel telah cukup ampuh mengakibatkan krisis berkepanjangan, salah satunya krisis obat-obatan dan alat  medis.

(Foto: wattan.tv)

Dalam Palinfo Bulbul mengatakan, bagian perawatan bayi di semua rumah sakit Gaza mengalami krisis luar biasa, termasuk krisis obat-obatan. Akibatnya,  penanganan medis bagi  bayi-bayi yang lahir prematur juga menjadi  sulit.

Baca Juga : Kisah Gempa Palu: Surantina Menggendong Anaknya Berlari Ke Bukit dalam Kondisi Hamil Besar

Selain itu, terbatasnya tenaga medis di Gaza juga menjadi salah satu hal yang tak bisa disepelekan.  Setidaknya, setiap bagian memerlukan enam dokter dan dua puluh perawat.

Bulbul juga menambahkan, alat bantu pernapasan darurat untuk bayi sangat terbatas. Padahal, itu merupakan kebutuhan yang sangat krusial, terutama  bagi bayi  yang mengalami masalah di paru-paru dan kekurangan oksigen. Sejumlah dokter pun akhirnya terpaksa menggunakan bantuan pernapasan manual, yang tak jarang malah lebih membahayakan.

Ketersediaan inkubator sebagai pemberi keamanan bagi tubuh bayi yang masih rentan juga hanya tersedia 20-25 saja. Sangat tidak seimbang dengan jumlah pasien yang memerlukan perawatan. Ia mengisyaratkan, ruang perawatan bayi sangat penuh, tak bisa lagi menampung pasien yang terus berdatangan. (history/abadi)

Sumber: Palinfo