Yang Pasti Terjadi Saat Kita Menyantuni Yatim Palestina

Yang Pasti Terjadi Saat Kita Menyantuni Yatim Palestina

Santunan untuk yatim Palestina memiliki manfaat tidak hanya bagi yatimnya saja, melainkan juga untuk penyantunnya.

 

Anak yatim Palestina tergolong yang paling banyak di dunia. Data statistik menyebutkan jumlah anak yatim Palestina saat ini mencapai angka 23.000.

Angka yatim yang begitu besar membuat permasalahan Palestina semakin bertambah, sebab bantuan dari negara-negara yang mendukungnya sangat dibutuhkan oleh mereka.

Sahabat abadi, tahukah kalian bahwa manfaat donasi yatim Palestina tidak hanya akan memberikan kebahagiaan untuk yatimnya saja, melainkan juga para penyantun itu sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Kebahagiaan Bagi Penyantun Anak Yatim

Keterangan: Melly Goeslaw Berfoto dengan Yatim Palestina di Gaza (Foto: Radar Pekalongan)

Menyantuni anak yatim merupakan kebaikan yang Allah perintahkan. Bahkan, Allah telah menyediakan hadiah terindah bagi yang sudah dengan ikhlas melakukannya. Hadiah tersebut tak hanya akan memberikan kebahagiaan untuk yatim yang disantuni, melainkan juga para penyantun yatim itu sendiri.

Di antaranya seorang penyantun anak yatim akan mendapatkan keberkahan, seperti yang disebutkan dalam Rasulullah Saw : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

 

Baca Juga: Mana yang Lebih Diutamakan Donasi Yatim Palestina atau Yatim di Sekitar Kita?

Keterangan: Seorang Penyantun Sedang Menyuapi Makan Yatim Palestina (Foto: Sketsa News)

Selain itu, seorang penyantun anak yatim juga akan mendapatkan jaminan dekat dengan Rasulullah, seperti yang disebutkan dalam hadist:

“Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.”  (HR. Ibnu Majah)

Sahabat, ternyata seseorang yang mengeluarkan harta untuk menyantuni anak yatim tidak akan pernah merugi. Bahkan Allah sudah menyiapkan pahala jariyah baginya. Masyaallah.

Kebahagiaan yang Dirasakan Yatim Palestina

Keterangan: Anak-Anak Yatim Palestina dapat Bahagia Karena Dapat Bersekolah (Foto: Akurat)

Anak yatim Palestina memang kehilangan orang tua, bahkan banyak di antara mereka yang sejak dini sudah merasakannya. Namun mereka harus tetap mendapatkan haknya sebagai seorang anak-anak dan manusia.

Ketika sahabat memberikan santunan untuk mereka, artinya sahabat sudah meringankan beban mereka untuk mendapatkan haknya kembali. Masa kecil yang tetap bahagia, dapat makan dan minum dengan baik, dapat bersekolah , hingga akan menjaga senyum mereka.

Yakin tidak mau mengirimkan donasi kemanusiaan untuk anak-anak yatim Palestina? Sayang sekali jika kesempatan kebaikan itu dilewatkan. Sahabat Abadi, yuk bersama-sama raih kebaikan dengan berbagi kepada yatim Palestina. (izzah/abadi)

 

Sumber: Suara Palestina, Detik News

Ayo kirimkan Donasi Yatim Palestina melalui Abadi

anda dapat donasi melalui link berikut: https://infoabadi.org/donasi-abadi/

Nomor Rekening Bank:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Setahun Berlalu, Tenda-Tenda Pengungsi Palu Masih Ramai Penghuni

Setahun Berlalu, Tenda-Tenda Pengungsi Palu Masih Ramai Penghuni

Kehidupan warga yang mengungsi pasca gempa di Palu belum usai. Satu tahun berlalu, mereka masih bertahan di bawah tenda-tenda dalam keadaan yang sulit.

Sahabat, kali ini lembaga penyaluran donasi kemanusiaan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi) akan menginformasikan kondisi warga Palu pasca gempa satu tahun yang lalu.

Tidak banyak media yang meliput bagaimana kondisi pengungsi di Palu. Masyarakat luas mengira permasalahan ini sudah selesai. Namun, tahukah sahabat? Ternyata mereka masih menjadi pengungsi dan hidup dalam kesulitan. Berikut kami sajikan informasinya untuk anda.

Banyak Keluarga yang Masih Bertahan di Bawah Tenda Darurat

Keterangan: Ibu Nurlina, Perempuan Paruh Baya Mengisi Air untuk Kebutuhan di Tenda Pengungsian (Foto: Media Indonesia)

Gempa dan tsunami Palu sudah berlalu lebih dari setahun lamanya. Namun, jarak waktu yang cukup panjang tersebut tak serta merta membuat kondisi masyarakat berangsur membaik.

Hari ini, masih banyak keluarga yang masih menjalani hidup di tenda-tenda darurat pengungsian, salah satunya Nurlina. Nurlina (60 tahun) berupaya menikmati hidup di pengungsian dengan keadaan yang cukup sulit.

Beliau harus mengisi air dengan jeriken, ember, atau loyang kosong untuk memenuhi kebutuhan air di pengungsian. Bahkan harus mengangkut air tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya, tentu hal ini akan sulit dilakukan oleh wanita paruh baya ini.

Tidak ada harta atau rumah yang tersisa. Beliau tinggal bersama keluarganya di pengungsian dengan mengandalkan bantuan. Namun, jika bantuan tersebut tidak datang, maka Ibu Nurlina dan keluarganya harus berusaha sendiri untuk memenuhi kehidupannya.

Sementara itu, keadaan di Palu belum stabil seperti sebelumnya. Mereka akan kesulitan mencari pekerjaan.

Mayoritas Warga Lebih Memilih Hidup di Pengungsian

Keterangan: Warga Lebih Memilih Tinggal di Pengungsian, Palu (Foto: Regional Kompas)

Bukan hanya Nurlina bersama keluarganya yang bertahan hidup di pengungsian. Warga yang mengalami musibah gempa bumi dan likuifaksi lainnya pun terpaksa masih bertahan untuk hidup di tenda-tenda darurat yang semakin hari semakin aus kondisinya.

Hingga kini, terdapat 251 kepala keluarga atau 1.010 jiwa yang lebih memilih hidup di pengungsian Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Kendatipun sejumlah pihak pemerintah dan lembaga kemanusiaan mendirikan bantuan huntara (hunian sementara) di sana, namun jumlahnya belum mencukupi.

Sahabat Abadi, kehidupan tidak selamanya berjalan mulus. Kadang bencana datang menguji setiap diri manusia untuk lebih mengingat Allah. Semoga bantuan untuk para pengungsi di Palu segera terpenuhi dan lebih merata, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan baik seperti sedia kala. (izzah/abadi)

 

Salurkan Kepedulian untuk Pengungsi Palu melalui Amal Bakti Dunia Islam

https://infoabadi.org/donasi-abadi/

Atau bisa juga melalui nomor rekening

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Mana yang Lebih Diutamakan, Donasi  Yatim Palestina atau Yatim di Sekitar Kita?

Mana yang Lebih Diutamakan, Donasi Yatim Palestina atau Yatim di Sekitar Kita?

Keadaan di Palestina sedang sulit dan belum merdeka, yatim Palestina membutuhkan bantuan karena negerinya sendiri belum dapat memenuhi kehidupan mereka.

Sahabat, yatim Palestina maupun yatim di sekitar kita sama-sama membutuhkan bantuan. Akan tetapi, terkadang kita harus melihat lebih jauh mengenai kondisi di negeri Palestina.

Kondisi di Palestina hingga kini belum merdeka, semua aktivitas di negara tersebut dibatasi oleh Zionis Israel. Lalu bagaimana nasib anak-anak yatim di sana? Yuk simak informasinya berikut ini.

Nasib Anak-Anak Yatim di Palestina

Keterangan: Potret Anak-Anak Yatim Palestina Hidup di Bawah Garis Kemiskinan (Foto: Pakistan Commandos)

Tahukah sahabat, jumlah yatim di Jalur Gaza ada sekitar 23.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. Hidup di bawah garis kemiskinan membuat mereka harus mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk sekedar makan.

Hal tersebut terpaksa dilakukan bukan karena mereka malas mencari nafkah, akan tetapi tidak ada pekerjaan yang mampu dilakukan terlebih bagi mereka yang masih anak-anak.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan yang datang untuk yatim Palestina masih sangat terbatas, sehingga yang mendapatkan bantuan tersebut belum merata. Inilah tugas kita sebagai saudaranya untuk membantu meringankan kehidupan mereka.

Kondisi tersebut yang menjadi alasan kuat bagi kita untuk lebih mengutamakan bantuan kepada anak-anak yatim di Palestina.

Asma Nadia Berikan Dukungan Untuk Yatim Palestina

Keterangan: Program Abadi Peduli Anak Yatim dengan Kirimkan Bingkisan Terbaik untuk Mereka (Dok.Abadi)

Seorang penulis buku sekaligus pemeran film, Asma Nadia memberikan dukungan untuk yatim Palestina.

Dukungan tersebut adalah bentuk kepedulian antar sesama manusia yang sudah seharusnya dilakukan, keadaan yatim Palestina juga permasalahan kita bersama.

Menurut Asma Nadia, peluang surga itu dapat diraih dengan menyayangi anak-anak Palestina. Sehingga jangan sampai kita melupakan keberadaan mereka.

Abadi bersama Asma Nadia mengajak sahabat untuk mengirimkan paket bagi 1000 yatim di Palestina. 

Abadi Ajak Sahabat untuk Donasi Yatim Palestina

Keterangan: Abadi Menyalurkan Daging Kurban untuk Yatim Palestina tahun 2019 (Dok.Abadi)

Abadi telah melakukan penyaluran donasi kemanusiaan Palestina sejak tahun 2018, salah satunya adalah menyalurkan donasi untuk yatim Palestina di Gaza.

Penyaluran tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar yatim Palestina seperti makanan, minuman, dan pakaian. Selain itu, bantuan juga digunakan untuk menyediakan santunan dan pelayanan kesehatan bagi yatim Palestina.

 

Keterangan: Abadi Menyalurkan Daging Kurban untuk Yatim Palestina di Gaza, 2019 (Dok.Abadi)

Abadi juga pernah menyalurkan kurban pada hari raya Idul Adha 1440 H kepada anak-anak yatim Palestina. Mereka bahagia karena dapat merayakan hari itu dengan menikmati daging kurban, seperti muslim lainnya.

Sahabat Abadi, mari berikan bantuan untuk anak-anak yatim Palestina. Mereka mempunyai hak untuk hidup layak dan bersekolah seperti anak-anak pada umumnya. Semoga anak-anak yatim Palestina dapat menjalani kehidupanya dengan baik. (izzah/abadi)

Ayo kirimkan donasi Yatim Palestina melalui Abadi.

anda dapat donasi melalui link berikut  https://infoabadi.org/donasi-abadi/

Nomor Rekening Bank:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Kisah Anak-Anak Yatim Palestina yang Rindukan Orang Tua

Kisah Anak-Anak Yatim Palestina yang Rindukan Orang Tua

Anak-anak yatim Palestina sedang berjuang dalam kerinduan terhadap orang tua yang lebih dulu meninggal dunia, akibat serangan udara Israel.

Tahukah sahabat, ada sekitar 6.500 anak-anak Palestina yang kehilangan orang tua. Mereka merasakan kebersamaan yang sangat singkat dengan orang tuanya, belum sempat mengukir banyak kisah dan anak-anak belum sempat mendapatkan bekal untuk menjalani kehidupan.

Anak-anak tersebut terpaksa harus tinggal di rumah yatim piatu bersama dengan seseorang yang tidak dikenalnya sama sekali, meski berada di suasana yang ramai namun hati merasakan kesepian dan merindukan sosok orang tua.

Sahabat, kali ini lembaga donasi kemanusiaan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi), akan menyajikan kisah beberapa anak yatim Palestina yang merindukan orang tuanya. Berikut kami sajikan kisah ini untuk anda.

Aisha Al-Shinbary, Menggambar Roket yang Buat Ibunya Meninggal

Keterangan: Aisha Al-Shinbari Gadis Belia 8 Tahun (di tengah), Anak Yatim Palestina (Foto: Al-Jazeera)

Kisah pertama datang dari Aisha Al-Shinbary, gadis belia berusia 8 tahun asal Palestina yang kehilangan rumahnya selama penyerangan Israel berlangsung. Ia merasa ketakutan setiap kali mendengar suara pesawat terbang, karena dari sanalah berjatuhan peluru zionis yang menghancurkan tanah airnya.

Gadis kecil tersebut mengaku tidak ingin mengingat rumahnya, dan berharap untuk bisa bertemu dengan ibunya yang sudah lebih dulu meninggal dalam serangan udara tersebut.

Pada suatu malam, Aisha memimpikan ibunya yang sedang mencium dan memeluknya, kemudian tiba-tiba menghilang.

Setelah itu, Aisha terbangun dan merasakan kerinduan yang dalam terhadap sang ibu. Ia langsung menggambar roket Israel yang sudah membuat ibunya meninggal.

Nawal Yassine: Ayahku Injak Leher Israel

Keterangan: Ilustrasi Anak Yatim Palestina Berusia Sepuluh Tahun (Foto: Aljazeera)

Kisah kedua datang dari anak berusia sepuluh tahun, Nawal Yassine. Ia menceritakan tentang ayahnya yang telah menjadi pahlawan Palestina.

Ketika itu, sang ayah menerima telepon dari tentara Israel yang mengancam  pamannya Nawal yang menjadi tentara pembela Palestina. Pada saat itu, sang Ayah memberitahu orang Israel, bahwa dirinya akan datang ke Tel Aviv dan menginjak leher tentara Israel.

Kisah tersebut membuat Nawal menjadi semangat, dan hatinya tidak sedih meski harus ditinggalkan sosok ayah. Namun tahukan sahabat, kisah ini hanya fiktif yang dibuat oleh ibunya, agar Nawal tidak menjadi anak yang kesepian, bersedih mengingat ayahnya, dan tidak kehilangan jiwa semangat.

Kerinduan Nawal terhadap ayahnya tercermin dari cerita-cerita yang dibanggakannya itu. Ia rindu dan terus mengingat sang ayah, namun dilakukan dengan cara yang berbeda dari orang lain.

Abadi Ajak Sahabat untuk Bantu Anak Yatim Palestina

Keterangan: Ilustrasi Anak-anak Yatim Palestina (Foto: Iniziatif)

Sahabat Abadi, mereka (anak yatim Palestina) berada di rumah yatim piatu Al-Amin di Kota Gaza. Rumah yatim piatu tersebut didirikan lebih dari enam dekade dan menjadi satu-satunya fasilitas untuk anak yatim di Gaza.

Rumah tersebut hanya diperuntukkan bagi anak yang benar-benar tidak mempunyai keluarga saja. Hal ini disebabkan karena tempatnya masih terbatas, sehingga belum bisa menampung seluruh anak yatim di Palestina.

Sementara itu, bantuan yang datang pun belum dapat memenuhi kebutuhan hidup  anak-anak yatim Palestina sepenuhnya.

Keterangan: Potret Anak-Anak Yatim Palestina (Foto:Anadolu Agency)

Abadi berikhtiar penuh dalam penyaluran donasi untuk yatim Palestina, sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian kami terhadap mereka.

Sahabat, mari berikan dukungan terhadap anak-anak yatim dan bantu kirimkan donasi kemanusiaan Palestina melalui Abadi. Perjalanan mereka masih panjang, dan ada masa depan yang sedang menanti. Inilah kesempatan untuk kita dapat membantu meringankan beban anak-anak yatim Palestina. (izzah/abadi)

 

Sumber: Aljazeera, Middle East Eye

 

Ayo Bantu Anak-Anak Yatim Palestina!

Donasi bisa sahabat Abadi salurkan melalui link berikut: https://infoabadi.org/donasi-abadi/

Atau bisa juga melalui:

Nomor Rekening Bank:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Kenali Peluru Israel! Penyebab Banyak Warga Palestina Jadi Difabel

Kenali Peluru Israel! Penyebab Banyak Warga Palestina Jadi Difabel

Israel menggunakan senjata dan peluru misterius untuk menyerang warga Palestina. Hal ini mengakibatkan ratusan warga menjadi difabel.

Jika selama ini zionis Israel menunjukkan kesungguhannya dalam menggunakan senjata-senjata modern untuk menyerang warga Palestina dan mengakibatkan ratusan dari mereka menjadi difabel, maka kita – sebagai saudara seakidah – harus membantu untuk dapat menyeimbanginya.

Sebagai muslim yang bersaudara, kita tak boleh kalah bahkan harus memiliki semangat lebih untuk menghadapi kekejaman zionis. Bagaimana caranya? Mari kerahkan kesungguhan kita, minimal dengan membantu mengirimkan donasi kemanusiaan jika kita tidak bisa membersamai mereka dengan jiwa dan raga.

Senjata Israel memang hebat, tapi apalah daya jika tidak ada manfaat baik yang dihasilkan. Hanya digunakan untuk membuat orang-orang tak bersalah meregang nyawa, dan membuat banyak warga Palestina menjadi difabel.

Lebih lagi peluru yang mereka gunakan memiliki keunikan tersendiri yang harus kita kenali, yuk baca artikel sampai akhir agar kita jadi lebih paham.

“Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

 

Peluru Israel Hanya Berikan 2 Pilihan, Jadi Difabel atau Gugur ?

Keterangan : Abu Thurayya (29 tahun) Difabel Palestina (Foto: cpiml.org)

Layaknya sebuah pilihan yang sulit, menjadi difabel atau gugur? Jika kita mendapatkan pertanyaan tersebut, maka kita tidak akan pernah bisa memilih salah satunya. Karena bisa hidup dengan normal adalah cita-cita semua orang.

Senjata jitu Israel telah banyak membuat para pejuang berguguran dan menjadi difabel. Keadaan sulit dan terhimpit membuat para pejuang tak bisa menghindar dari beberapa ledakan, bangunan roboh, atau peluru. Ingatkah pada Abu Thurayya, seorang difabel Palestina?

Kakinya lebih dulu terkena peluru Israel di tahun 2009, yang mengakibatkan Abu Thurayya menjadi difabel. Namun dengan semangatnya, semua keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti untuk membela Palestina.

Keterangan : Abu Thurayya Meninggal Dunia Terkena Tembak Peluru Israel Tahun 2017 (Foto: Duta.co)

 

Pada tahun 2017, Abu Thurayya mendapatkan tembakan kedua kalinya hingga syahid dalam perjuangan membebaskan tanah suci Palestina.

Masih banyak kisah tragis lainnya yang menimpa warga Palestina, dan semua itu adalah ulah Israel dengan kekuatan pelurunya.

Bedanya Peluru Polisi/ Militer Israel dengan Peluru Pada Umumnya

Militer Israel Pakai Peluru Ilegal “Butterfly Bullet” Untuk Membuat Cacat Sasaran Tembak (mintpress News)

 

Israel sudah terkenal dengan serangkaian modifikasi senapan yang diciptakannya. Mereka mampu mengubah besi tua yang berkarat menjadi senjata untuk digunakan penjajahan.

Persenjataan Israel sangat lengkap, seperti tavor atau senapan gempur yang digunakan tentara atau polisi untuk membidik sasaran.

Keterangan:Tavor, Senjata Israel yang Digunakan untuk Membidik ( Foto:Time Of Israel)

 

Peluru Israel berbeda dengan peluru yang lazim digunakan oleh militer lainnya. Peluru pada umumnya, ketika ditembakkan hanya menancap pada satu titik.

Berbeda dengan peluru Israel, ketika peluru tersebut ditembakkan, akan menghasilkan luka yang sangat besar dan menimbulkan objek hancur. Selain itu, dapat merusak jaringan tulang yang tidak memungkinkan untuk diobati, satu-satunya alternatif adalah dengan amputasi.

Hal tersebut yang mengakibatkan banyaknya warga Palestina tidak hanya mengalami luka-luka ringan. Akan tetapi, luka tersebut sangat berbahaya dan tidak bisa di lakukan dengan pengobatan saja, melainkan harus diamputasi.

Baca Juga: Ini Dia Program Terbaru Abadi, Buat Si Pencari Amal Jariyah

Lewat Abadi, Jawaban Atas Rasa Empatimu Kepada difabel Palestina Terpenuhi

Keterangan: Abadi Menyalurkan Donasi Untuk Difabel Palestina (Dok. Abadi)

 

Melihat kondisi warga Palestina yang terus-menerus mendapatkan serangan, dan terus bertambahnya jumlah korban. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak pula warga Palestina yang kehilangan kakinya dan menjadi difabel.

Mungkin kita tidak merasakan, tapi kita bisa melihat betapa sulit menjalani hidup tanpa kaki. Bagi para difabel, mereka sangat sulit menjalani kehidupan sehari-hari untuk memenuhi biaya pengobatan dan membeli alat bantu. Wilayah pemblokadean Israel membuat perekonomian mereka menurun.

Sahabat, bagaimana jika kitalah orang yang menjadi penduduk Palestina? Belum cukupkah semua yang terjadi di Palestina membuat hati kita tergugah?

Keterangan: Penyaluran Donasi Kepada Korban Aksi Kepulangan Akbar pada November 2018(Foto: Dok. Abadi)

 

Abadi, sudah dua tahun berikhtiar menjadi lembaga kemanusiaan yang menyalurkan donasi kemanusiaan Palestina, khususnya untuk kaum difabel.

Pada tahun 2018, Abadi telah menyalurkan donasi kepada korban aksi kepulangan akbar.

Keterangan: Abadi menyalurkan bantuan tunai kepada korban Aksi Kepulangan Akbar yang sedang mendapatkan mengobatan di Turki pada Juli 2019. (Foto: Dok. Abadi)

 

Pada tahun 2019, Abadi berkesempatan mengirimkan donasi untuk difabel korban aksi kepulangan akbar, yang sedang mendapatkan pengobatan di Turki.

Kali ini, Abadi mengajak sahabat untuk turut mendukung dan mengirimkan bantuan kepada difabel Palestina melalui Abadi. Karena inilah kesempatan berbagi yang sangat jarang, membuat difabel Palestina bahagia, dan mengembalikan semangat mereka. (izzah/abadi)

 

Sumber: Russia Beyond, Boombastis

 

Ayo Bantu Kuatkan Difabel Palestina!

 

Atau juga bisa langsung melalui Nomor Rekening Bank:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Keseruan Pemutaran Film ‘Hayya’ di Mataram Bersama Abadi

Keseruan Pemutaran Film ‘Hayya’ di Mataram Bersama Abadi

Dalam keseruan pemutaran Film Hayya di Mataram, Abadi hadir sebagai lembaga penyaluran donasi kemanusiaan Palestina.

 

Dalam upaya membantu Palestina, Abadi telah melalui hari-hari dengan melebarkan langkah untuk menjalin sinergi bersama berbagai kalangan.

Jika sebelumnya Abadi telah banyak bekerja sama menjadi lembaga donasi kemanusiaan Palestina dengan kalangan pemerintahan dan media, maka kini saatnya menembuskan perannya hingga ke dunia hiburan, yakni bekerja sama dalam sebuah pemutaran film kemanusiaan berjudul ‘Hayya’.

Keterangan : Pemeran Film Hayya, The Power Of Love 2 (Foto: seruni)

 

Film Hayya mengisahkan kehidupan dua sosok laki-laki yang menjadi relawan kemanusiaan di Palestina. Dalam perjalanan itu, mereka menemukan gadis kecil yatim-piatu yang membutuhkan bantuan. Hingga akhirnya hubungan gadis kecil dengan kedua relawan tersebut mengalami berbagai tantangan yang cukup rumit.

Nah, sebagai lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam menghimpun bantuan untuk Palestina, Abadi turut mengambil peran menjadi mitra penyaluran donasi dalam pemutaran Film Hayya tersebut.

Kerja Sama Abadi dalam Pemutaran Film Hayya

Keterangan: Silaturahim Abadi dengan Tim Film Hayya (Foto: Dok. Abadi)

 

Beberapa pekan terakhir, Abadi mendapatkan kunjungan silaturahmi dari tim film Hayya di wilayah Lombok. Dalam silaturahmi tersebut Saidah Hidayati, sebagai perwakilan tim film, berkesempatan untuk mengenalkan filmnya kepada Abadi.

Dalam hal ini, Abadi mengambil kesempatan baik untuk bermitra dengan tim film. Abadi hadir di tengah keseruan “Nonton Bareng Film Hayya” dengan membawa peran besar sebagai lembaga penyaluran donasi kemanusiaan Palestina.

Keseruan Pemutaran Film Hayya

 

 Pemutaran perdana Film Hayya di CGV Mataram-Lombok pada 17 September 2019, mendapatkan antusias baik dari masyarakat setempat.

Nonton bareng hari pertama tersebut, dihadiri oleh Asma Nadia sebagai Assosiate Produser sekaligus menjadi salah satu pemeran dalam film Hayya.

Pengalaman luar biasa ini dirasakan oleh Abadi dan Asma Nadia, karena dapat menyapa dan berinteraksi langsung dengan para penonton Film Hayya di Lombok.

Asma Nadia mengatakan, “Terima kasih cgv yang sangat fleksibel kerja sama dan sudah mendukung film baik.”

 

Pemain Film Hayya Ajak Masyarakat untuk Dukung Palestina Melalui Abadi

 

Usai menonton film yang menceritakan kisah anak yatim tersebut. Asma Nadia sebagai salah satu pemainnya mengingatkan kepada masyarakat, bahwa mereka memiliki kesempatan besar untuk mendukung anak-anak yatim di Palestina.

Pada kesempatan ini Asma Nadia mengajak sahabat, untuk mendukung anak-anak yatim di Palestina melalui Abadi.

Sebagai lembaga yang berfokus pada isu kemanusiaan lokal dan Internasional, Abadi juga bergerak untuk membantu saudara-saudara yang ada di palestina. Selama 2 tahun berdiri, berbagai bantuan untuk Palestina telah disalurkan, mulai dari alat bantu untuk difabel, iftar ramadha, qurban, hingga santunan yatim untuk palestina.

Keterangan: Abadi Salurkan Kurban di Palestina, 2019 (Foto: Dok. Abadi)

 

Kesadaran masyarakat mengenai keadaan anak yatim di Palestina seperti yang dikisahkan dalam film Hayya, mudah-mudahan menambah kepedulian kita terhadap anak yatim Palestina.

 

Yuk kita bersama-sama dukung dan kirimkan bantuan untuk yatim Palestina.(izzah/abadi)

donasi bisa di salurkan melalui link berikut: https://infoabadi.org/donasi-abadi/

Atau, Nomor Rekening Bank:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Inspiratif! Ibu Rumah Tangga Rela Belanjakan Hartanya untuk Palestina

Inspiratif! Ibu Rumah Tangga Rela Belanjakan Hartanya untuk Palestina

Kisah Inspiratif datang dari ibu rumah tangga yang merelakan hartanya untuk wakaf masjid dan donasi kemanusiaan Palestina.

Saat memiliki rezeki lebih, apa yang sahabat lakukan? Apakah membuka kembali daftar belanja yang belum terbeli, mencari tempat liburan, atau sibuk melihat-lihat akun belanja di media sosial? Atau memilih menyisihkan harta tersebut untuk saudara-saudara yang sedang genting membutuhkan bantuan, seperti warga di Palestina, misalnya.

sebagai manusia biasa, wajarlah jika sebagian mbesar condong berencana memenuhi keinginan pribadi terlebih dahulu. Namun, berbeda dengan tiga sosok ibu rumah tangga asal Indonesia ini, sebelum memenuhi kebutuhannya, mereka lebih dulu memenuhi kebutuhan saudara-saudara nya yang ada di Palestina yang lebih penting kondsinya. Berikut, Abadi sajikan cerita Ibu-ibu inspiratif kepada anda. Yuk, simak!

Bu Sumiani, Wakafkan Tanah Warisan Untuk Keperluan Masjid di Palestina

Keterangan: Ibu Sumiani wakafkan tanah untuk Bantu Biaya Pembangunan Masjid di Palestina (Foto: Dok.Abadi)

Ibu Sumiani berasal dari Penede, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra. Beliau telah mewakafkan tanahnya melalui Abadi, untuk membantu biaya pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina.

Tanah tersebut merupakan warisan yang diterima dari orang tuanya. Kemudian, Ibu Sumiani meneruskan kebaikan orang tuanya dengan mewakafkan tanah tersebut. Amal jariyah yang Insyaallah tidak akan pernah putus.

Ibu dari dua anak ini berharap dengan mengikhlaskan tanahnya untuk diwakafkan, maka amal tersebut akan menjadi kemudahan bagi orang tuanya untuk dapat berkunjung ke tanah suci.

Baca Juga: Terus Berproses, Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia Dikawal Abadi

Ibu Rohana, Terenyuh Setelah Melihat Kondisi Palestina

Keterangan : Ibu Rohana menyerahkan donasi untuk Palestina (Foto: Dok. Abadi)

Sosok inspiratif kedua datang dari Ibu Rohana, asal Desa Ampera, Kec. Palolo, Kab. Sigi.Beliau mengaku selalu terenyuh ketika melihat berita serangan Israel terhadap Palestina. Zionis tega melakukan kejahatan terhadap sesama manusia, hingga membunuh tanpa rasa bersalah.

Tragedi kemanusiaan yang dialami warga Palestina itulah yang membuat Ibu Rohana terketuk hatinya. Beliau mendonasikan hartanya melalui Abadi pada tanggal 01 September 2019 untuk warga Palestina, dan berniat untuk terus membantu saudara di Palestina dengan kemampuannya.

Ibu Misnan: 11 Tahun Diuji Sakit, Tetap Bantu Palestina

Keterangan: Ibu Misnan, donatur Palestina (Foto: Harapan Amal Mulia)

Sosok inspiratif selanjutnya datang dari Ibu Misnan asal Medan. Beliau mendonasikan uang yang diberi oleh anaknya untuk Palestina. Ibu Misnan diuji sakit stroke selama belasan tahun. Beliau memenuhi kehidupan sehari-hari dengan mengandalkan uang yang diberi oleh anaknya.

Beliau mengaku bersedih melihat keadaan warga Palestina yang mendapatkan perlakuan kejahatan dari Israel. Banyak anak-anak di sana yang kehilangan orang tuanya dan orang-orang kehilangan rumah.

Beliau mendonasikan uang yang dikirim anaknya seharusnya untuk membeli baju lebaran. Ibu Misnan lebih mengikhlaskan untuk donasi karena mereka (Palestina) lebih membutuhkan.

Ibu Ainun: Dunia Islam Harus Jadi Perhatian Umat Muslim

Keterangan : Ibu Ainun, Donatur Asal Karang Lombok Timur (Foto: Dok. Abadi)

Sosok Inspiratif selanjutnya datang dari Ibu Ainun, asal Kembangsari, Selong, Lombok Timur. Ibu Ainun telah mewakafkan tanah seluas 5 hektare untuk donasi kemanusiaan Palestina.

Menurutnya, sebagai sesama muslim, kita harus peduli dengan kondisi saudara di Palestina. Di sana banyak warga yang sama seperti di Indonesia, maka jika kita dapat hidup dengan tenang seharusnya mereka juga hidup tenang. Ketika orang-orang Indonesia dapat sekolah dan belajar mengaji dengan mudah, mereka di Palestina pun ingin hidup dengan mudah.

Baca juga: https://infoabadi.org/2019/07/abadi-salurkan-kepedulian-masyarakat-ntb-untuk-palestina/ 

Berbagi sedikit lebih baik dan akan tetap bermanfaat, dari pada harus menunggu hingga kita mampu. Sedangkan warga di Palestina, tidak bisa menunggu lebih lama untuk melawan penjajah yang membutuhkan bantuan serta dukungan kita.

Begitulah kisah yang dapat menginspirasi kita semua. Kedua sosok ibu rumah tangga itu membuktikan, bahwa siapa saja bisa mengambil peran untuk membantu Palestina. Perihal bersedekah, tidak harus menunggu ketika harta sudah berlebih. Akan tetapi, amal salih tersebut harus diprioritaskan dalam keadaan lapang atau sempit. (izzah/abadi)

 

Nomor Rekening Bank

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

a.n. Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

(Call/SMS/WA) 087864556406

Ini Dia Program Terbaru Abadi Buat Si Pencari Amal Jariyyah

Ini Dia Program Terbaru Abadi Buat Si Pencari Amal Jariyyah

Abadi membuka peluang kebaikan untuk para pencari amal jariyyah melalui program bantuan untuk difabel Palestina.

Di dunia ini, tiap-tiap manusia tak memiliki takdir yang sama, bukan? Ada yang sehat, ada yang sakit. Ada yang senang, ada yang sulit. Ada yang diberi ruang untuk bergerak, ada pula yang terbatas karena ketidaksempurnaan fisik.

Tahukah sahabat? Di antara perbedaan takdir tersebut, ada yang saat ini dilalui oleh para penyandang disabilitas di Palestina. Mereka sakit, sulit, dan menjadi serba terbatas karena ketidaksempurnaan fisik.

Keterangan: Anak-anak Menjadi Penyandang Disabilitas Akibat Serangan Peluru Israel (Foto: harretz)

 Untuk itu, sekarang saatnya Abadi,lembaga donasi Palestina resmi, mengenalkan program terbaru untuk para pencari amal jariyah, yaitu membantu difabel Palestina. beramal jariyah dengan membantu para penyandang disabilitas si negeri Anbia ini merupakan sebuah kebaikan besar, Karena ketika kita membantu kesulitan merka, dan mereka juga melakukan kebaikan, maka kebaian tersebut juga akan mengalir kediri kita.

Keterangan: Abdelrahman Nofal Kakinya Menjadi Sasaran Peluru Tentara Israel (Foto: record-courier)

Kenapa difabel Palestina? karena selain kondisitubuhnya yang terbatas, mereka juga hidup dalam keadaan sulit. Tinggal di pengungsian yang sesak sehingga membuat sehingga membuat mereka sulit bergerak. Ditambah dengan krisis ekonomi, sehingga tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan untuk kehidupan dan untuk pengobatannya.

Difabel Palestina Tidak Bisa Bekerja

Keterangan: Akibat Peluru Israel, Tiga Bersaudara Menggunakan Alat Bantu (Foto: aa.com.tr)

Akibat blokade jalur Gaza yang dilakukan Israel, warga Palestina menjadi semakin terbatas melakukan aktivitas mencari nafkah. di jalur Gaza, lebih dari 90 persen penyandang disabilitas menganggur, membuat mereka dan keluarga sangat  terggantung pada uang yang disediakan oleh Kementrian Pembangunan Sosial dan Perlindungan Anak.

memburuknya perekonomian tersebut membuat penyandang disabilitas tidak mampu membayar biaya tambahan untuk penggantian alat bantu dan transportasi ke lembaga rehabilitasi.

Penyedia Terapi Fisik Tak Menyanggupi Pengobatan

Lembaga-lembaga  yang menyediakan terfi fisik dan pekerjaan bagi para penyandang cacat terpaksa mengurang jam oprasinya tergantung pada jadwal pasokan listrik, kesediaan generator cadangan dan bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankannya. sedangkan listrik di Gaza sangat dibatasi penggunaanya.

Keterangan: Terapi Fisik Difabel Palestina Terbatas (Foto: Harapan Amal Mulia)

Mereka harus mendapatkan pengobatan anggota tubuhnya, supaya dapat menjalankan aktivitasnya kembali dan dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Begitulah kondisi difabel Palestina, yang sangat penting untuk sahabat perhatikan dan bantu dengan sekuat tenaga.

 

Langkah Nyata Abadi utuk Difabel Palestina

Keterangan: Remaja Palestina Menjadi Korban dalam Aksi Kepulangan Akbar (Dok. Abadi)

Banyak kepedihan dirasakan oleh saudara kita di Palestina akibat serangan Israel, khususnya kaum difabel yang kehilangan anggota tubuh akibat penyerangan tersebut.

Donasi Palestina 2019 Pilihan: Bantu Kuatkan Perjuangan Difabel Palestina

Mari kita tingkatkan amal jariyah dengan bantu ringankan beban difabel Palestina,

dan kembalikan senyum mereka.

Abadi menyalurkan bantuan tunai kepada korban Aksi Kepulangan Akbar yang sedang mendapatkan mengobatan di Turki pada Juli 2019. (Dok. Abadi)

 

Amal Bakti Dunia Islam adalah lembaga kemanusiaan yang memiliki program bantuan terhadap penyandang difabel Palestina, ikhtiar ini dilakukan sejak tahun 2018.

Bantuan kemanusiaan untuk penyandang difabel Paletina sudah sebanyak dua kali disalurkan oleh Abadi, yakni pada bulan Juli 2019 dan November 2018.

Penyaluran bantuan langsung kepada korban Aksi Kepulangan Akbar pada November 2018.(Dok. Abadi)

 

Manfaat berdonasi melalui Abadi, ada program khusus bagi donatur yang ingin membantu saudara penyandang disabilitas di Palestina secara langsung.

Jadikan hidup kita lebih bermanfaat dan membahagiakan banyak orang. Kebermanfaat tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian kita terhadap penyandang disabilitas di Palestina. (izzah/abadi)

 

Head Office:

Perum. Lingkar Pratama B 13, Kota Mataram-Lombok, NTB

Rekening Donasi:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 0878 6455 6406

Inilah Kondisi Difabel Palestina di Tenda Pengungsian

Inilah Kondisi Difabel Palestina di Tenda Pengungsian

Para pengungsi difabel Palestina tidak mendapatkan fasilitas yang layak di tenda pengungsian. Mereka tidak dapat beraktivitas dengan mudah, karena tempat yang sesak dan tidak nyaman membuat mereka sulit untuk bergerak.

Ruang gerak bagi para penyandang disabilitas amatlah terbatas. Kondisi fisiknya yang tidak sempurna serta kurangnya alat bantu yang tersedia, membuat mereka kesulitan untuk melakukan mobilitas ke tempat-tempat seperti toilet, dapur, posko kesehatan ataupun sekolah.

Bantuan Tak Masuk, Difabel Di Pengungsian Makin Terpuruk

Menurut UNRWA, salah satu lembaga donasi kemanusiaan PBB, lebih dari 20 persen rumah tangga Palestina menghadapi kemiskinan ekstrim yang setidaknya memiliki satu anggota keluarganya sebagai penyandang disabilitas.

Selain itu, hampir 29 persen anak-anak penyandang disabilitas tidak terdaftar sekolah, sehingga mereka tidak dapat tumbuh dengan pendidikan dan mengembangkan potensi.

Keterangan: Warga Palestina menerima bantuan makanan dari UNRWA (Foto: Voaindonesia.com)

Bantuan internasional yang diberikan oleh UNRWA kian menurun setelah adanya kebijakan Amerika yang memotong bantuan ke Palestina. Di sisi lain, dana persediaan bantuan hanya tersisa untuk beberapa minggu lagi.

Hal ini tentunya mengancam keberadaan para difabel yang sangat membutuhkan bantuan besar untuk menunjang aktivitas kesehariannya.

Siapa yang Mau Peduli Nasib Difabel Di Pengungsian?

Selama ini, pengungsi Palestina hanya mengandalkan bantuan internasional, namun seketika bantuan tersebut justru dihentikan. Maka bagaimana nasib difabel Palestina selanjutnya? Adakah yang akan peduli dengan mereka

Keterangan: Penyaluran Donasi Lembaga Kemanusiaan Abadi ke Difabel Palestina (Foto: Dok.Abadi)

Sahabat, kita tak perlu menunggu kepedulian itu datang dari orang lain, sebab sejatinya hal itu bisa kita datangkan dan mulai dari diri sendiri

Abadi sebagai lembaga donasi palestina terpercaya 2018, berikhtiar penuh menfasilitasi masyarakat yang ingin turut membantu saudara-saudara penyandang disabilitas Palestina yang bermukim di tenda-tenda pengungsian Turki.

Sejak tahun 2018, Abadi sudah dua kali menyalurkan bantuan secara langsung kepada para difabel Palestina, yakni pada November 2018 dan Juli 2019. Bantuan ini diberikan kepada korban Aksi Kepulangan Akbar, yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit Turki.

Keterangan: Penyaluran Donasi Abadi ke Difabel Palestina (Foto: Dok.Abadi)

Ikhtiar ini harus terus kita lakukan, hingga para difabel Palestina mendapatkan bantuan yang layak secara merata. Mari bersama-sama wujudkan kebahagiaan difabe ldengan cara terbaik versi kita.(izzah/abadi)

Nomor Rekening Bank untuk Donasi:

Bank Mandiri Syariah (451) 7117976337

  1. A.n Amal Bakti Dunia Islam

Konfirmasi Donasi:

(Call/SMS/WA): 087864556406

 

Sumber: Anera.org

 

Abadi Bagi-Bagi Daging Kurban Sampai ke Palestina

Abadi Bagi-Bagi Daging Kurban Sampai ke Palestina

“Kebahagiaan saat dapat merasakan daging kurban di hari Idul Adha telah merata hingga ke negeri anbia.”

Infoabadi.org – Setiap tahunnya, umat muslim di seluruh dunia merayakan hari Iduladha atau hari kurban dengan berbagi kepada sesama. Jelang bergulirnya hari tersebut, sudah lumrah rasanya saat kemudian berbagai lembaga penghimpun donasi kemanusiaan ikut andil memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan hak daging kurbannya.

Hal tersebut dilakukan pula oleh lembaga Abadi. Pada tahun 2019 ini, Abadi turut menjadi inisiator pelaksanaan distribusi daging kurban di daerah-daerah terdampak bencana. Mengusung tajuk “Tebar Qurban di Tanah Tragedi”, kali ini target penerima manfaat kurban adalah warga Lombok, Palu, bahkan merambah hingga ke Palestina.

donasi kemanusiaan palestina
Senyum yang terukir pada anak-anak Palestina Saat Menerima Daging Kurban dari Saudara-Saudara di Indonesia

Blokade yang dilakukan oleh Israel di Gaza telah menghambat seluruh warga yang ingin keluar atau masuk kota tersebut, sehingga warga Palestina tidak mudah mendapatkan hewan kurban. Selain itu, krisis perekonomian pun menjadi salah satu faktornya. Hal tersebut kemudian mendorong Abadi untuk melakukan penyaluran kurban ke Palestina.

Pada hari Iduladha 1440 Hijriah, lembaga kemanusiaan Abadi bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Yardim Koprusu Turki, menyalurkan  semua titipan kurban yang sudah terhimpun dari masyarakat Indonesia untuk disampaikan kepada warga di Khan Yunis, Gaza secara langsung.

lembaga donasi kemanusiaan
Proses Pemotongan Daging Kurban Tim Abadi (Dok.Abadi)

Baca Juga : 3 Fakta Kehidupan Pengungsi di Khan Yunis, Gaza

donasi kemanusiaan palestina
Keterangan: Daging Kurban Siap Dibagikan Kepada Warga di Khan Yunis, Gaza (Dok.Abadi)

Masyarakat di Palestina tampak sangat bahagia saat menerima daging kurban tersebut. Terlebih, karena suasana bahagia seperti ini jarang sekali terjadi. Maka kebaikan ini sangat mereka syukuri.

Kebahagiaan yang terukit di hari raya Iduladha Palestina tentunya tak lepas dari kebaikan para Sahabat Abadi yang sudah mengikhlaskan dan mengiriman kurban untuk saudara di Palestina.

Terima kasih atas kurban yang sudah Sahabat titipkan melalui Abadi, sebagai lembaga donasi kemanusiaan Palestina yang berada di Indonesia. Semoga keberkahan hidup selalu menyelimuti orang-orang yang berhati mulia, yang selalu memikirkan keadaan saudara sesama muslim di negeri anbia.

Amal Bakti Dunia Islam (Abadi) akan terus berikhtiar penuh untuk menjadi jembatan bagi donatur yang ingin mendonasikan hartanya untuk kepentingan bakti terhadap dunia Islam. (izzah/abadi)