Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “RasulullahSaw.bersabda: “Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang
hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah,
mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika
sebagian malam tiba” (HR. Bukhari)
Infoabadi.org – Islam adalah
agama yang mudah, baik dalam akidah maupun amalan.Meski demikian, tak sedikit
saudara Muslim kita di berbagai penjuru dunia yang belum bisa beribadah dengan
mudah dan leluasa karena adanya kendala dari pemerintah setempat dan lain
sebagainya.
Berikut kami rangkumkan Muslim dunia yang tidak bisa leluasa beribadah di negaranya sendiri:
Muslim Slovakia
Tidak
mudah menjadi Muslim di Slovakia. Slovakia adalah salah satu dari sejumlah
negara Eropa yang tidak memiliki masjid. Slovakia juga tidak memasukan
pelajaran Islam dalam kurikulum pendidikannya.
Saat ini kurang lebih ada 5.000 Muslim di negara tersebut. Seperti yang dikutip dalam TRT World, mereka tidak terdaftar secara resmi sebagai warga negara karena Parlemen Slovakia kerap mempersulit regulasi peresmian warga Muslim.
Muslim India
Dilansir dari Herald.dawn.com, jumlah Muslim di India mencapai 174 juta orang atau sekitar 14,4 persen dari jumlah penduduk India. Jumlahnya banyak dan disebut-sebut menjadi negara dengan berpenduduk Muslim terbanyak setelah Indonesia dan Pakistan.
Meski
demikian, Muslim India tidak seleluasa kita untuk beribadah. Seperti yang
terjadi pada akhir 2018 lalu. Muslim sebuah desa di India dilarang untuk beribadah setelah kematian seekor anak sapi betina yang diduga
dibunuh seorang remaja Muslim.
Baca juga: MASJID ISTIQLAL INDONESIA DI GAZA, SIMBOL HARAPAN KEMERDEKAAN PALESTINA
Muslim Uighur
di Cina
Dilansir
dari Anadolu Agency, pada 7 Mei 2019 lalu, pemerintah Cina menghancurkan belasan
masjid di China secara bertahap sejak tahun 2016. Masjid yang dihancurkan
termasuk yang berada di Provinsi Xianjiang, wilayah di Barat Laut China yang
terdapat 50 etnis minoritas, termasuk Muslim Uighur.
Selain itu, Council on Foreign Relations mengatakan, Beijing melarang masyarakat Uighur menjalankan puasa Ramadan atau mengenakan cadar. Kamp tahanan yang berisi ratusan ribu kelompok Islam minoritas Cina yang ditahan oleh pemerintah juga menjadi isu hangat yang belakangan sering diberitakan.
Muslim Rohingya di Myanmar
Konflik antara etnis Rohingya dan mayoritas
penduduk Myanmar seolah tak berkesudahan. Puluhan ribu warga Rohingya
terlunta-lunta mengungsi ke negara lain, termasuk Indonesia.
Muslim Rohingya dilarang untuk beribadah,
termasuk saat bulan Ramadan. Selain itu, mereka juga dipersulit memperoleh
akses kesehatan, pendidikan dan perumahan yang layak.
Muslim Palestina
Meski
dekat, tak mudah bagi Muslim Palestina beribadah Masjid al-Aqsha, masjid suci
ketiga bagi umat Islam setelah Masjid al-Haram dan Masjid an-Nabawi. Mereka
harus melewati pos-pos pemeriksaan Israel untuk dapat memasuki Kota al-Quds,
tempat al-Aqsha berada. Berbagai ancaman dan penistaan jemaah pun kerap kali dilakukan
pasukan penjajah, seperti pengusiran, penganiayaan, bahkan penganiayaan jemaah.
Bukan hanya di al-Aqsha, serangan Israel ke wilayah Palestina juga sering kali menargetkan masjid-masjid. Contohnya pada tahun 2014, lebih dari 70 masjid di Palestina dihancurkan oleh serangan udara Israel. (history/abadi)
Sumber:
TRT World, Tirto.id, Anadolu Agency